‘Aku’ tidak bisa memaafkan….

0 Ayur Hypnotherapy | Filsafat | Meditasi | Pengembangan Diri No Comments

Memaafkan

Memaafkan berarti kata kerja. Ketika seseorang mengatakan; ‘Aku memaafkan si polan’ berarti ada kata ‘Aku’. Dan ‘aku’ adalah perwujudan ego. Makna kata ‘memaafkan’ berarti memberikan ‘maaf’. Seseorang yang memberi berarti berada dalam posisi lebih tinggi atau baik. Di sini penyakitnya…….

Kita menempatkan diri bisa memberi. Kita menganggap lebih baik. Perasaan lebih baik membuktikan ego yang kuat. Ini bertentangan dengan tujuan keberadaan manusia di muka bumi. Semakin besar ego semakin jauh dari Sang Maha Sumber. Membesarnya ego juga berarti membesarkan nafsu.

Kesalahan

Ketidaktepatan, ini kata lebih pas daripada kata ‘kesalahan’. Dengan memaafkan berarti kita benar, padahal segala yang kita alami merupakan akibat dari suatu sebab. Tiada satu pun di dunia benda ini yang bebas dari hukum sebab-akibat. Yang kita butuhkan bukan kemampuan untuk memaafkan, tetapi kesadaran.

Sadar bahwa yang penderitaan yang kita alami merupakan akibat dari perbuatan kita sendiri. Mungkin banyak orang akan mengelak bahwa selama ini ‘rasanya’ ia tidak pernah melakukan perbuatan tidak baik terhadap orang lain. Bisa saja demikian, namun ‘Bagaimana dengan perbuatan dalam kehidupan sebelumnya?’.

Akumulasi sebab 

Dalam kehidupan saat ini kita mesti menyadari bahwa segala sesuatu yang kita alami saat ini sebagai akibat perbuatan masa lalu, baik dalam kehidupan sekarang atau sebelumnya. Karena hidup merupakan keberlanjutan, saat ini bertubuh. Ketika tubuh sudah saatnya ditinggalkan, yang berjalan lebih lanjut adalah roh; pikiran dan perasaan. Dalam roh ada memori segala perbuatan masa hidup dengan tubuh. Segala perbuatan dapat dipastikan diingat dalam pikiran. Namun karena yang melakukan tubuh, maka sang tubuh juga yang harus merasakan.

So, dengan menyadari bahwa segala sesuatu sebagai akibat masa lalu, kita akan bisa menerima. Penerimaan ini membuat kita introspeksi diri sehingga tidak lagi ada sisa kemarahan ata kekecewaan terhadap orang lain. Sehingga kita tidak perlu mengatakan bahwa ‘Aku memaafkan..’. Rasa penerimaan ini medorong kita untuk memperbaiki diri bahwa bila kita ingin masa datang tidak mengalami lagi, jangan lakukan perbuatan buruk jika tidak ingin mengalami penderitaan.

Kita harus ingat juga bahwa dunia ini merupakan ciptaan kita. Memberikan maaf tidak akan membantu diri kita. Menyadari kesalahan dan tidak mengulang lagi membuat kita lebih baik.

Mari kita simak video di bawah ini:

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

fourteen − 12 =

Scroll Up