Hidup moderasi, jalan tengah….

0 Ayur Hypnotherapy | Filsafat | Meditasi | Pengembangan Diri No Comments

Hidup moderasi

Hidup moderasi merupakan cara hidup yang serba cukup. Serba cukup berarti tidak berlebihan. Mau untuk ini dan itu cukup, tetapi tidak lebih. hanya dengan hidup dalam kecukupanlah, seseorang bisa melakoni spiritual. Bila berlebihan, yang dicari tentu akan beda. Sedikit sekali orang yang memiliki harta banyak tetapi bisa hidup yang hanya cukup. Mereka hidup dalam batas wajar serta tidak berlebihan. Mereka manusia yang hidup sebagaimana hewan.

Ketika saya katakan hidup sebagaimana hewan maksudnya bahwa yang mereka konsumsi dan miliki sebatas kebutuhan. Hewan hidup dengan cara demikian. Mereka makan sesuai dengan kebutuhan saja. Mereka tidak menimbun seperti manusia. Mau lihat bahwa orang hidup sebagai hewan atau budak keserkahan?

Saat Kritis

Perhatikan ketika terjadi bencana. Kita sering mendengar bahwa stok makanan tertentu akan habis. Misalnya karena bencana gempa atau apa. Banyak orang akan menyerbu mall atau supermarket membeli makanan secara berlebih. Mereka berebutan menimbun makanan. Inilah bentuk keserakahan yang hanya mementingkan diri sendiri atau keluarganya.

Demikian juga saat kejadian seperti saat ini, teror bom sehingga mengakibatkan hilangnya nyawa manusia. Bila komentarnya tidak menunjukkan rasa empati, sesungguhnya mereka lebih dari hewan. Mereka hidup reaktif bagaikan hewan. Nah di sini reaktif menjadi sisi buruk hewan. Hal sama terjadi sebagaimana paragrap pertama. Membeli sebanyak-banyaknya demi diri sendiri.

Terjadinya moderasi

Terjadinya moderasi ketika intelektual bertransformasi menjadi intelejensia. Intelektual hanyalah mengurusi diri sendiri, termasuk golongan serta kelompoknya. Sedangkan intelejensia menyatukan umat manusia, karena kepentingan umum menjadi utama. Tentang ini silakan baca di sini. Hanya seseorang yang memahami arti kebahagiaan bisa hidup moderasi.

Dan hanya manusia yang memahami hidup dalam keseimbangan bisa bahagia. Hidup seimbang bukan berarti bisa meletakkan mind di tengah. Seseorang yang intelejensia menguasai intelektual bisa hidup secara moderasi. Dengan istilah lain adalah merasa cukup sesuati kebutuhan bagaikan hewan yang merasa cukup bisa makan untuk memenuhi rasa lapar.

Manusia

Menjadi manusia berarti memahami kebutuhan untuk hidup. Bukankah ini perilaku hewan?

Namun bila belum bisa memahami bahwa makan untuk hidup tetapi hidup untuk makan, ini bukan sifat hewan. Terserah mau diberikan istilah apa. Bisa juge menjadi budak nafsu keserakahan.

Ketika hewan bisa berempati, kita salut. Namun ketika manusia tidak bisa berempati, kita sedih. Ia telah melalaikan tujuan utama kelahiran manusia; Menjadi manusia….

Mari kita simak video di bawah ini mengenai Hidup Moderasi:

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

nine − 6 =

Scroll Up