Keceriaan, itulah Spiritualitas

0 Ayur Hypnotherapy | Filsafat | Inspirasi | Meditasi | Pengembangan Diri No Comments

Spiritualitas

Spiritualitas bukanlah duduk diam dengan wajah serius atau muka dikerutkan seperti terong busuk. Keceriaan itulah moda para spiritualis dalam menjalani kehidupan. Ketika badan sehat, mental tenang, dan hidup tidak lagi banyak keinginan, namun bukan berarti kekurangan; maka tiada arah lainnya kecuali menuju perjalanan hidup dengan tujuan menyebarkan berita baik. Mengenai berita baik, silakan baca ini.

Melakoni puasa sampai mengalami penderitaan karena lapar, tidak akan menjadikan seseorang spiritual. Karena pada ujungnya yang dipikirkan hanyalah makanan. Pikirannya tidak akan bisa menembus pusat keceriaan. Bukankah alam ini ceria? Secara lengkap, silakan baca ini. Banyak penelitian telah dilakukan bahwa ketika kita ceria, maka tubuh menjadi sehat. Keceriaan yang alami akan membuat tubuh memproduksi atau menghasilkan hormon beta-endorphin. Hormon yang dibutuhkan tubuh agar menjadi sehat.

Pekerja Spiritualis

Para pekerja spiritualis sangat memahami tujuan kelahiran di muka bumi. Kebebasan atau moksha, itulah tujuan kelahiran di muka bumi. Ketika kita bisa bebas dari keterikatan, tidak ada psi lainnya kecuali rasa bahagia sejati. Bebas berarti dalam konteks keseimbangan. Suatu benda dalam keadaan seimbang atau diam bila dan bila, ‘aksi = reaksi’ (aksi-reaksi=0); Gaya dorong ke atas sama dengan ke bawah; Gaya dorong ke kanan sama dengan ke kiri. Benda dalam keadaan diam atau nol (kosong)

Bebasnya tekanan kehidupan membuat kita dalam keadaan seimbang. Hanya dalam keadaan seimbang, tiada halangan antara diri dalam individu dan Diri Semesta terhubung. Sesungguhnya ke duanya tidak ada perbedaan juga. Hanya istilah agar kita bisa membayangkan lebih mudah.

Pekerja spiritual melakukan Karma Yoga. Berbuat tetapi tidak berbuat. Dalam hukum dunia, setiap perbuatan pasti berdampak pada karma atau akibat perbuatan. Bagi para pejalan spiritual ada yang disebut sebagai ‘Akarma-Karma’ Tidak berbuat tetapi berbuat. Sulit dimengerti?

Tidak berbuat berarti melakukan suatu perbuatan dengan tanpa berorientasi pada hasil. Hasil adalah karma atau akibat perbuatan. Melakukan suatu perbuatan sebagai persembahan bagi alam adalah satu bentuk ‘Akarma’. Pada umumnya, mereka yang melakukan hal ini dalan keadaan Joyful. Keceriaan… Mereka ceria terlebih dahulu, baru berbagi keceriaan.

Hyang Mahaceria 

Ya, hanya kita bisa satu frekuensi bisa terjadi keterhubungan. Bagaikan kita ingin mendengarkan musik tertentu. Kita mencari gelombang radio yang kita inginkan. Demikian juga bila kita mau menghubungkan diri dengan Dia Hang Mahaceria, sifat alam sejati, bebaskan diri dari tekanan emosi, ceriakan diri sendiri.

Jangan berharap orang lain bisa membuat diri kita ceria. Hanya atas kemauan diri, kita berada dalam rasa keceriaan. Kita lupa bahwa karena sellada ini kita berharapkan bantuan orang lain, maka kita menderita. Kehadiran orang lain bisa mengubah cara pandang kita menjadi ceria, bila dan hanya bila orang tersebut telah bersentuhan dengan Sang Mahasumber Keceriaan…

Bergabunglah dengan kelompok yang memiliki pemandu yang bisa menuntuk kita ke alam keceriaan sejati. Bukalah diri seluas mungkin, kepicikan serta ketertutupan diri bukan bagi penempuh jalan spiritual…..

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

13 − 9 =

Scroll Up