Keinginan? Itulah hijab…….

0 Ayur Hypnotherapy | Filsafat | Meditasi | Pengembangan Diri No Comments

Hijab

Hijab adalah penutup atau pemisah. Adanya keinginan membuktikan bahwa kita dipengaruhi pikiran. Karena keinginan berasal dari ketidaktahuan atau pikiran yang berharap mendapatkan sesuatu. Kita sadari bahwa bila harapan atau keinginan tidak terpenuhi, maka kita akan merasa kecewa atau marah. Ujungnya? Penderitaan….

Semakin banyak keinginan tidak terpenuhi semakin besar rasa penderitaan kita. Bila semakin besar keinginan pada usia membuat orang semakin menderita. Ia tidak sadar bahwa hal ini akan semakin mempersulit keratin. Karena keinginan adalah penghalang terhadap kesatuan dan penyatuan pada kesempurnaan.

Kesempurnaan

Kesempurnaan? Tidak akan diperoleh di dunia ini. Segala sessuata tentu akan berubah. Saat ini dikatakan baik, munchkin ada orang yang mengatakan sempurna, tetapi di lain hari ada perbaikan. Banyak orang mengatakan sempurna, tetapi pasti akan diperbaiki. Bukankah tidak ada ‘titik’? Sempurna bila tidak berubah.

Dan seseorang dikatakan sempurna bila saat itu meninggal. Karena setelah itu, orang tersebut tidak berubah.Bukankah sesuatu dikatakan sempurna bila tidak ada lagi perubahan setelah itu? Dunia ini sempurna adanya. Dan itu disebut perubahan.. So, bagi dunia, kesempurnaan adalah perubahan itu sendiri. Bagi manusia, kesempurnaannya terjadi setelah meninggalkan tubuh…

Peringatan

Kehadiran para utusan atau para master atapupun para suci tanya memiliki satu tujuan yang sama; menyebarkan kesadaran. Seorang Adi Shankara pun demikian:

Badanmu sudah loyo, rambutmu beruban, tak satu pun gigi tersisa karena usia. jalan pun harus dibantu dengan tongkat; tapi keinginan masih setinggi gunung, sungguh luar biasa! 

Dari dulu sampai saat ini, peringatan seperti di atas masih valid. Tidak lekang oleh zaman. Inilah kesempurnaan. Tidak berubah namanya keinginan. Dulu juga banyak orang tua yang tidak sadar; sekarang pun demikian. Keinginan terhadap kekuasaan membuat manusia menjadi lakon dalam kehidupan. Dengan demikian, peringatan para suci ratusan tahun yang lalu masih berlaku.

Keinginan menggapai Tuhan

Inilah hijab. Adanya keinginan membuat kita semakin menjauhkan dari Tuhan. Bukankah Dia lebih dekat dari urat lehermu? Mengapa masih berkeinginan untuk menggapai Nya? Bukankah keinginan ini justru semakin menjauhkan diri dari Tuhan?

Keinginan berasal dari pikiran yang tidak alami. Pikiran adalah adalah kekuatan untuk mencipta. Tanpa adanya keinginan pikiran, semua barang buatan pabrik sekitar kita tidak akan ada.

Bisa jadi, dunia dengan segala insinua juga berasal dari keinginan dan Sang Pencipta….

Keinginan menjauhkan diri dari Tuhan….

Tanpa adanya keinginan, dunia serta alam semesta pun tidak bakal ada……….

Mana yang benar?????

Sayapun tertunduk semakin dalam. Ternyata yang ada di alam ini adalah permainan atau ‘leelaa….’

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

9 − 1 =

Scroll Up