Kematian sebuah mitos

0 Filsafat | Inspirasi | Meditasi | Pengembangan Diri No Comments

Kematian sebuah mitos

Kematian sebuah mitos adalah keniscayaan. Bagaimana tidak? Bila kita mau merenungkan dengan seksama dengan segala keterbukaan hati/pikiran, maka kita akan menerima bahwa tiada satupun yang musnah. Ini jika kematian dianggap suatu kemusnahan. Yang terjadi hanya perubahan.

Apa yang disebut atom? Sampai sekarangpun tiada seorang yang bisa melihat atom. Pemahaman yang ada merupakan asumsi bahwa ketika suatu benda dibelah dan dibelah yang tinggal serta tidak dapat lagi dibelah disebut atom. Aoakah bisa dibedakan antara atom dari tubuh manusia dengan atom dari tubuh hewan? Dalam bahasa Sanskrit atom disamakan dengan Atma atau jiwa.

Pandangan sempit membutakan diri

Ketika tubuh tiada prana atau aliran kehidupan, maka si tubuh tidak dapat bergerak. Ketika tubuh mati alias tidak bergerak, kesadaran tidak lagi pada tubuh. Saat itu bisa melihat sesuatu yang lebih luas. Ketika kesadaran kita pada tubuh, memang akan melihat suatu kesadaran yang beda. Ternyata selama kita terlalu sibuk dengan kesadaran dualitas. Ada fisik dan tidak ada fisik merupakan kesadaran dualitas yang menutupi adanya sesuatu yang lebih luas.

Tidak ada sesuatu di alam benda ini yang permanen atau tetap. Yang abadi adalah perubahan itu sendiri. Sayangnya, banyak orang yang menutup diri terhadap perubahan abadi ini. Pemahaman kita pada suatu keyakinan yang amat sangat sempit pada akhirnya merugikan diri sendiri. Karena sesungguhnya kebenaran itu memiliki banyak sisi lainnya. Bagaikan seorang buta yang hanya bisa memegang satu bagian tubuh dari gajah, kemudian ia ngotot paling benar. Kemudian memaki seseorang yang bisa melihat gajah secara utuh, karena tidak buta, dengan referensi pandangannya yang sempit.

Manfaat dari pengalaman jelang kematian 

Di atas segalanya, menyadari bahwa kematian sebuat mitos tidak berguna bila tidak diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan menyadari bahwa kematian suatu mitos, kita bisa memandang bahwa kematian dan kelahiran adalah suatu keutuhan kehidupan. Kita tidak akan takut memandang menghadapi kematian. Sang roh akan melanjutkan perjalanan untuk kemudian lahir kembali. Karena setiap perbuatan mesti memiliki konsekuensi, walaupun katanya perbuatan baik.

Mari kita simak video di bawah ini sebagai suatu referensi agar kita bisa menghadapi kehidupan lebih baik. Bagi teman yang menganggap bahwa hidup manusia hanya satu kali, itu juga pendangan satu sisi kebenaran. Yang utama tidak menganggap dirinya paling benar. Kita harus sadar bahwa cara pandang paling benar tidak menguntungkan, bahkan merugikan diri sendiri.

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

twenty − 19 =

Scroll Up