Siapakah: “Kesayangan Tuhan?”

0 Ayur Hypnotherapy | Filsafat | Meditasi | Pengembangan Diri No Comments

Kesayangan Tuhan

Siapakan Kesayangan Tuhan? Banyak jawaban yang akan muncul. dari sudut pandangan yang percaya bahwa Tuhan adalah satu sosok, maka yang terbayangkan adalah bagaikan hubungan antara hamba dan tuan. Tentu dalam imajinasinya bayangan seorang tuan yang sangat senang atau sayang bila hamba atau pembantu mematuhi semua yang diperintahkan.

Banyak perintah dan larangan yang bila dipatuhi kemudian akan diberikan hadiah. Sebaliknya, bila tidak mematuhi larangan yang diperoleh si hamba adalah hukuman.Dasar dari pola pikiran semacam ini tentu dilandasi oleh rasa takut, Fear Based. Tanpa sadar keadaan ini tidak membangunkan kesadaran. Karena rasa takut merupakan lapisan emosi yang naik dan turun. Silakan baca ini agar kita memahaminya.

Ku-sayangi

Dalam buku Kebijakan Bhagavad Gita bagi Generasi Y oleh Anand Krishna, www.booksindonesia.com:

“Puas dengan apa yang diraihgya, dan terkendali dirinya, senantiasa mengenang-Ku, manunggal dengan-Ku; pikiran, perasaan, serta intelegensianya terpusatkan pada-Ku; seorang panembah yang teguh dalam keyakinannya seperti itu sungguh sangat Ku-sayangi”

“Ia yang tidak menggelisahkan, mengganggu sesama makhluk; dan juga tidak merasa terganggu, tergelisahkan oleh siapa pun; bebas dari kesenangan semu (yang diperoleh dari kenikmatan indra), rasa iri, khawatir, dan rasa takut-adalah sangat Ku-sayangi.”

 “Ia yang tidak menginginkan sesuatu, berhati suci tanpa kemunafikan; cerdas, crema-penuh kebijaksanaan, bebas dari keberpihakan dan kegelisahan-seorang panembah yang berkarya tanpa ke’aku’-an seperti itulah yang sangat Ku-sayangi.”

“Ia yang telah melampaui kesenangan semu, kebencian, duka, dan segala keinginan; tidak terpengaruh oleh dualitas baik-buruk; serta memiliki semangat panembahan adalah sangat Ku-sayangi.”

“Ia yang bersikap sama terhadap penghormatan dan penghinaan, panas dan dingin, senang dan Susan; dan segala pengalaman lainnya yang bersifat saling bertentangan; bebas dari keterikatan;”

‘Tidak terpengaruh oleh pujian dan cacian; senantiasa dalam keadaan eling, dan puas dengan apa yang diperolehnya demi keberlangsungan hidup; bebas dari rasa kepemilkian terhadap tempat hunian; penuh dengan semangat panembahan adalah yang sangat Ku-sayangi.”

“Mereka yang menerima kebijakan luhur yang telah Ku-sampaikan; teguh dalam devosinya pada-Ku; dan, menganggap diri-Ku sebagai Tujuan Tertinggi adalah panembah, yang sangat Ku-sayangi.” 

Dalam perenungan saya, pada akhirnya saya memahami bahwa bila semua yang diperintahkan-Nya kita lakoni, maka yang akan memperoleh manfaat pertama dan utama adalah badan serta pikiran kita sendiri. Setiap sel dari tubuh kita memiliki intelegensia, tidak mengherankan bila mereka sangat mengerti bila disayangi. Sebagaimana diri kita, senang bila disayang, maka setiap sel pun akan senang bila disayang. Hasil akhirnya adalah tubuh sehat.

Tuhan lebih dekat dari urat leher

So, yang menjadi Kesayangan Tuhan adalah yang menyayangi dirinya sendiri melalui semua hal yang diperintahka oleh Krishna, ‘Ku’ di atas. Dan itu semuanya bermanfaat bagi diri sendiri juga. Kesadaran ini akan membuat kita semakin mengerti arti: ‘Tuhan lebih dekat dari urat leher‘. Tiada keterpisahan antara Dia dan manusia. Mengabdi kepada Tuhan berarti mengabdi pada diri sendiri. Menyayangi Tuhan berarti menyayangi dan mengasihi diri sendiri.

Kesayangan Tuhan adalah bagi mereka yang mengasihi dan menyayangi diri sendiri melalui perbuatan yang bermanfaat bagi sesama serta lingkungan. Dan di atas segalanya, bukan berdasarkan rasa takut, Fear Based.

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

twenty + 7 =

Scroll Up