Makna Pratima Saraswati

0 Ayur Hypnotherapy | Filsafat | Meditasi | Pengembangan Diri No Comments

Lambang Pratima Saraswati

Pratima Saraswati tidak beda dengan patung Saraswati. Makna kata ‘pratima‘ sebagai pengingat bahwa membuat patung pun harus mengandung makna demi membangkitkan kemuliaan dalam diri manusia. Bila kita mau membuka diri lebih luas, baru kita sadar bahwa dalam diri setiap insan ada sifat kemuliaan. Dan berdasarkan sifat mulia tersebut diekspresikan dalam bentuk ‘pratima’. Bila kita lebih meyakini lagi, sesungguhnya Dia juga yang mengukir bentuk kemuliaan Nya pada patung sebagai pengingat bahwa sifat mulia pada pratima itu harus mewarnai hidup manusia.

Karena kondisioning lingkungan yang kurang memberikan apresiasi pada peninggalan luhur dari moyang kita, seringkali kita mengabaikan pesan sakral di balik suatu ukiran batu berwujud dewa atau dewi. Tidak ada satu pun benda dibuat tanpa alasan. Demikian juga perwujudan patung Saraswati juga dibuat demi membangkitkan kemuliaan dalam kehidupan bermasyarakat.

Keutuhan melakoni hidup

Dalai menjalani atau melakoni kehidupan, leluhur nusantara meninggalkan pesan dalas bentuk patung; Patung Saraswati.

Di tangan patung Saraswati ada sitar, kitab, dan tasbeh atau japamala. Ke dua tangan yang sedang memainkan sitar bermakna bahwa hidup harus berirama; tidak kaku. Hidup haruslah lentur dan berirama keindahan. Hanya berjiwa seniman belumlah lengkap. Seorang seniman juga harus memiliki pengetahuan luas. Ini sebabnya Saraswati memegang kitab sebagai perlambang pengetahuan. Selain pandai, berjiwa lembut/seni, seorang insan harus memiliki kesadaran spiritual.

So, manusia ideal atau sampurna bila bisa melakoni kehidupan di dunia ramai dengan tiga sifat mulia di atas. Pandai (kitab), rendah hati penuh sifat melayani sesama makhluk hidup/lingkungan, namun juga ceria (sitar). Itu selaras dengan sifat Ilahiah.

Luar biasa warisan leluhur nusantara. Mereka meninggalkan cara melakoni hidup secara utuh. Peninggalan mereka dalam wujud ukiran membuat kita sadar bahwa leluhur nusantara telah mengetahui cara hidup yang membuat bahagia.

Mari kita simak penjelasan berikut ini:

Selami dan maknai atau resapi gambaran atau wujud mulia dari para dewa/dewi. Kita bukan hanya melihat perwujudan ukiran yang indah, tetapi juga sifat mulia di balik pesan para leluhur.

Pesan mulia yang disematkan pada uniram batu yang kita sebut patung bukan sesuatu hal yang dianggap seni. Tetapi bila dengan me-apresiasi perwujudan patung/pratima tersebut diimplementasikan dalam kehidupan, adalah suatu keniscayaan hidup manusia mengalami kebahagiaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

eighteen − 17 =

Scroll Up