Mengatasi Black Magic…….

1 Ayur Hypnotherapy | Filsafat | Meditasi | Pengembangan Diri 1 Comment

Black Magic

Black Magic banyak dikenal orang sebagai santet. Dan pada umumnya menggunakan bantuan energi gelap atau hitam. Saya dulu berpikir bahwa tidak ada energi gelap atau hitam. Namun dalam perjalanan kehidupan saya, akhirnya saya harus sadar bahwa dalam dunia dualitas ini selalu ada dua Sisi. Bagaikan mata yang selalu ada dua sisi. Bila hanya satu sisi, maka dapat dipastikan mata yang tersebut tidak laku.

So, selama masih hidup di dunia yang didasarkan dari dua sisi atau dualitas, maka selalu ada energi baik/putih dan energi buruk atau gelap. Kita tidak Salat menafikan tetapi bukan berarti tidak bisa dihindari. Dengan kita memihak satu sisi, kita tidak akan bisa mengalahkan sisi lainnya.

Pengakuan

Dengan pengakuan atau menyadari bahwa dunia ini eksis karena dari energi hitam atau buruk/jahat dan putih atau kebaikan, maka kita bisa melampauinya. Melampaui berarti keadaan di luar kondisi tersebut. Dengan melampauinya berarti kita berada di luar kendali kebaikan maupun keburukan. Inilah sisi kemuliaan atau kesucian.

Pengakuan juga berarti penerimaan. Dengan menerima adanya energi positif dan negatif, kita berpikir atau bersikap positif. Berpikir positif bukanlah bersikap positif. Dengan berpikir positif kita tidak mengakui atau menolak adanya bagian lain yang merupakan kembaran atau bayangan dari bagian yang satunya.

Pola sikap atau positive attitude membuat kita bisa berada di luar kekuasaan, baik energi baik/putih maupun energi hitam atau buruk. Di alam ini tidak ada yang berdiri sendiri. Energi positif dan negatif dibutuhkan untuk keberlangsungan keberadaan alam ini. Yin Yang merupakan petunjuk simbolik. Suatu lingkaran utuh terdiri dari siso gelap dan terang. Inilah bentuk kesempurnaan.

Penolakan berarti pengakuan

Seringkali kita tidak mau mengakui. Inilah bentuk arogansi. Semakin keras kita menolak semakin besar pengakuan kita terhadap hal tersebut. Sebagai contoh: Semakin besar kita mengatakan bahwa tidak ada hantu sesungguhnya kita semakin takut. Rasa ketakutan kita ter-ekspresi dalam bentuk penolakan. Semakin keras kita menyangkal hanyalah membuktikan bahwa kita semakin mengakui eksistensinya. Koq bisa?

Bila kata ‘hantu’ tidak eksis dalam pikiran kita, maka tidak akan ada penolakan. Apa yang mau disangkal? Karena memang tidak sesuatu yang yang perlu untuk disangkal. Ada bukti lagi. Dan ini bisa kita lihat di sekitar kita…

Penghancuran patung salami wujud tertentu merupakan ungkapan atau ekspresi dari rasa takut. Bila keyakinan atau belief system kita benar-benar kuat, mengapa mesti takut atau khawatir terhadap sesuatu patung yang tidak bergerak? Rasa ketakutan bahwa sesungguhnya kita lemah terhadap belief system yang kita anut membuat kita melakukan tindakan perusakan atau penghancuran. Tampaknya ingin mendapatkan pengakuan bahwa dirinya benar-benar yakin pada keyakinan yang dianutnya.

Mengatasi Black Magic

Sadari atau akui bahwa energi buruk/hitam ada dan energi itu memang dibutuhkan untuk keberlangsungan keberadaan alam ini sebagaimana kita mengakui edanya energi kebaikan, maka kita bisa melampauinya. Kemuliaan atau kesucian bukanlah lawan dari black magic. Dengan kita berpihak pada energi baik, maka tanpa sadar kita mengakui bahwa energi buruk kuat.

Baik energi buruk atau black magic maupun energi putih atau white magic memang dibutuhkan di dunia ini. Kemuliaan atau kesucian berada di luar energi baik dan buruk. Kembangkan kesucian atau kemuliaan sebagai sifat Sang Maha Jiwa, maka kekuatan energi gelap tidak akan bisa menguasai diri.

Penolakan berarti pengakuan. Semakin menolak berarti semakin memperbesar eksistensinya.

Mari kita simak video di bawah ini:

 


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

9 + 9 =

Scroll Up