Pebinor????

0 Ayur Hypnotherapy | Filsafat | Meditasi | Pengembangan Diri No Comments

Pebinor

Pebinor singkatan dari ‘Perebut Bini Orang’. Benarkah istri bisa direbut orang? Hal suatu yang tidak mungkin terjadi bila si wanita memiliki keyakinan atau kepercayaan bahwa suaminya baik. Masalahnya kesalahan bukan pada si perebut istri, tetapi semata karena si wanita memang tidak memiliki kemampuan untuk mempertahankan keyakinannya.

Yang lucu adalah ketika pihak suami yang merasa istrinya direbut mendatangi untuk mohon pada pria yang anggapannya merebut agar tidak mengganggu rumah tangganya. Inilah penyakit kita semua, selalu mencari kesalahan pada orang lain. Let say: si pebinor bersedia tidak mengganggu, apakah si wanita tidak mungkin mencari lainnya? Hal ini terjadi karena bukan mencari akar permasalahan. Akar permasalahan adalah karena si istri tidak lagi mampu memberdaya diri sendiri.

Dunia materi

Bagi pejalan spiritual, pebinor adalah setan yang mengajak kita terjebak dalam dunia kenyamanan materi. Pikiran kita direbut oleh dunia benda sehingga terjebak dalam pengaruh dunia materi. Dunia kenyamanan indrawi. Dalam cerita di atas, si suami menyalahkan si pria karena menggoda. Bagi kita yang terpengaruh kenikmatan indrawi juga mencari kesalahan setan.

Kita minta setan tidak mengganggu. Atau yang paling menggelikan adalah ketika kita minta kepada Tuhan agar mengusir setan. Tanpa sadar kita menempatkan setan dan Tuhan dalam posisi sejajar. Kita lupa bahwa si setan adalah ciptaan Nya. Kita lupa bahwa keberadaan si setan juga atas kehendak Nya sebagai alat penguji.

Keberadaan setan

Si setan tidak berada di tempat yang jauh. Ia adalah bagian dari kita. Dalam diri manusia terdapat tiga sifat. Sifat baik si malaikat, sifat yang senang akan kenyamanan duniawi atau setan, serta sifat yang melampaui keduanya. Kemampuan untuk mengamati atau memilah, apakah yang dipikirkan, diucapkan dan diperbuatnya memang menunjang evolusi kesadarannya atau semakin menjauhkan.

Untuk mengenali ketiganya, kita butuh kehadiran seorang Guru Sejati. Dia yang telah mengalami keadaan tersebut. Dia yang sadar bahwa tidak ada bisa dipersalahkan di luar diri. Yang perlu disadarkana adalah bahwa kita memiliki potensi menjadi setan atau malaikat. Atau bahkan lebih tinggi lagi, kesadaran untuk melampaui sifat setan dan malaikat.

Video singkat di bawah ini akan menjelaskan secara rinci hal tersebut:

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 + three =

Scroll Up