Pemaknaan baru demi evolusi kesadaran

2 Ayur Hypnotherapy | Filsafat | Meditasi | Pengembangan Diri 2 Comments

Pemaknaan Baru

Pemaknaan baru sesuai dengan perkembangan zaman harus kita apresiasi. Penghargaan ini muncul bila kita memahami tujuan kehadiran para suci dan avatar ke dunia ini. Kehadiran para suci ke dunia ini hanya satu dan sama: ‘Kebahagiaan’. Mengapa bukan kedamaian?

Mereka yang damai dengan sendirinya akan merasa bahagia. Kedamaian dalam diri dan kebahagiaan merupakan dua sisi mata uang yang tidak terpisahkan. Kedamaian terjadi bila tidak lagi ada konflik dualitas dalam diri. Keresahan, kecemasan, irihati dan lain penyakit hati disebabkan oleh adanya konflik dualitas. Padahal, dualitas merupan sifat dunia benda. Dan, hanya dengan melampaui sifat dualitas kita bisa merasakan kedamaian. Kita terbebaskan dari konflik. Dan dengan sendirinya merasakan kebebasan dan kebahagiaan sejati.

Tiada pertentangan

Ya, dalam semua pesan yang disampaikan oleh para utusan Hyang Maha Hidup dapat dipastikan tidak bertentangan. Tidak disangkal bahwa Dia Hyang Maha Hidup lah yang menciptakan dunia beserta isinya. Tentu rasa kasihNya melimpah ruah agar semua ciptaan Nya hidup berdampingan. Hidup dan menghidupi. Istilah Jawa nya: Urip iku Urup.

Pemaknaan Baru berarti kita harus bisa menembus pesan yang ada pada peninggalan yang ditinggalkan. Pesan yang diberikan oleh Isa dan orang suci sesudahnya; sama. Tetapi anehnya, yang dilakukan beda. Cerita tentang pengorbanan seorang utusan sama, mereka yang mengikuti Isa tidak melakukan, tetapi pesan suci yang sama diartikan secara harfiah. Dan kerugian terjadi dari mereka yang melakukan secara harfiah.

Kerugian

Perintah untuk membunuh anak berarti perintah untuk memutuskan keterikatan paling besar. Karena cinta terhadap seorang darahdaging (anak) lebih kuat dari keterikatan lainnya. Ini juga tujuan permintaan pengorbanan anak. Nabi Isa pernah mengatakan: ‘Tinggalkan orangtuamu bila ingin mengikuti Aku’. Tujuan dari nabi Isa adalah bukan semata meninggalkan, tetapi memutuskan keterikatan terhadap orantua. Inilah makna baru yang harus dimengerti dan kemudian dilakoni.

Keterikatan menjadi beban untuk melanjutkan evolusi mind.

Perintah untuk berkorban berarti penyembelihan terhadap sifat kehewanian dalam diri. Dengan menyembelih sifat kehewanian, kita beranjak meninggalkan sifat hewaniah dalam diri kita; yaitu berburu kenyamanan diri. Pelampauan dari intelektual menuju intelejensia.

Namun, bila kita belum bisa memahami pemaknaan baru, akhirnya kita melakukan secara harfiah. Dan tanpa sadar sesungguhnya kita memperbesar ego. Dan ini bertentangan dengan tujuan utama kelahiran. Sangat besar kerugian kita bila tidak melakoni pemaknaan baru di saat kehidupan di dunia ini. Kita menjauhi tujuan utama, Kebahagiaan Sejati.


  1. Selamat pagi. Salam kenal pd penulis. Aetikel artikel yg sungguh luar biasa. Memberikan penguatan agar hidup menjadi pribadi yang lebih baik. Menjadi manusia sejati

    • Terima kasih
      Saya hanya berbagi yang saya peroleh dari Guru saya. Bukan karena saya bisa, semua berasal dari beliau yang saya hormati
      Semoga berkenan membaca dan memberikan komentar…
      Salam bahagia….

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

nine + twenty =

Scroll Up