Rasa bahagia, itulah Ketuhanan…….

0 Ayur Hypnotherapy | Filsafat | Meditasi | Pengembangan Diri No Comments

Ketuhanan

Ketuhanan adalah rasa bahagia itu. Dan tidak ada seorangpun yang bisa membuat diri sendiri merasakan kebahagiaan kecuali diri sendiri. Mau sedih atau bahagia, kita sendiri yang menentukan. Kita manusia adalah makhluk bebas memilih untuk menentukan emosi kita. Karena sesungguhnya setiap orang memiliki frekuensi yang unik. Naik atau turunnya frekuensi atau mood sama sekali tidak diatur oleh orang lain. Ketika kita dikuasai mind, kita kehilangan Tuhan/God.

Mungkin ada yang bertanya, mengapa sautu ketika ada seseorang merasakan kesedihan yang dalam? Karena saat itu, orang tersebut menurunkan frekuensi pikirannya sesuai denga situasi saat itu. Sedih atau senang adalah suatu keadaan dengan ketentuan harapannya. Bila keadaan tersebut memenuhi harapannya, ia menjadi senang. Frekuensi getraand pikirannya naik.

Sebaliknya, bila hasil yang diinginkan tidak sesuai dengan ekspetasinya atau harapannya, ia sedih. Standar ekspektasi adalah ketentuan buatan masa lalu. So, bila seseorang mengacu pada standar yang ditentukan di masa lalu, ia menjadi zedig atau bahagia/senang. Sesungguhnya rasa bahagia berbeda dengan rasa lega atau senang karena ekspetasinya terpenuhi.

Rasa Bahagia

Rasa bahagia tidak bergantung pada keadaan di luar diri. Saya percata bahwa setiap orang perch merasakan rasa bahagia. Tanpa sebab suatu ketika seseorang merasakan sesuatu yang tanpa sadar membuat bibirnya tersenyum. Bahkan seseorang tidak tahu penyebabnya. Saat itu, ia begitu bersinar atau bercahaya wajahnya. Inilah ekspresi rasa bahagia. Suatu rasa senang yang terjadi tanpa sebab. Momen seperti itu terjadi hanya sesaat. Dan saat itu kita hidup dalam kekinian.

Rasa syukur juga terjadi pada saat ini. Sifat Tuhan ada ketika seseorang bisa berbagi sehingga orang lain merasakan kebahagiaan atau kesenangan. Sifat ketuhanan itukah sifat alam yang senantiasa bisa berbagi. Misalnya seorang Bill Gates rela atau bisa dikatakan merasa bahagia ketika bisa membagikan harta milikinya demi membantu orang lain. Atau searing Warren Buffet yang rela mendermakan seluruh hasil kerjanya bagi kepentingan sesama. Inilah kebahagiaan. Inilah ketuhanan….

Pembandingan

Melakukan perbandingan dengan orang lain atau standar yang sudah kita buat terhadap keberhasilan membuat kita berada di masa lalu. Dan ini bukan sifat ketuhanan yang berarti kekinian. Sebagaimana disebutkan di atas, rasa syukur hanya ada di saat ini.

Membuat perbandingan adalah sifat dari mind intelektual. Intelejensia melampauinya. Dan hanya bisa bila mind dibunuh…. Maka yang tertinggal hanyalah God. Rasa bahagia sejati…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

18 − 3 =

Scroll Up