Roh bukanlah Prana…….

2 Ayur Hypnotherapy | Filsafat | Meditasi | Pengembangan Diri 2 Comments

Prana

Prana adalah Daya hidup. Selama ini banyak orang beranggapan (mungkin), prana adalah napas. Betul sekali bahwa pengertian umumnya disebutkan saat kita melakukan latihan napas atau mengatur napas dengan cara tertentu bisa membangkitkan prana. Namun sesungguhnya prana juga terkandung dalam tumbuhan dalam bentu cairan. Ini disebut DMT.

Ketika daya hidup mulai meninggalkan tubuh, menurut banyak orang, dimulai dari bagian bawah, kaki. Dilanjutkan ke atas, dan pada akhirnya keluar dari bagian ubun-ubun. Bila kita raba, pada bagian ada bagian kepala yang agak cekung ke dalam. Lewat pintu inilah prana ke luar. Mungkin dalam bentuk tubuh astral. Tubuh halus hasil identifikasi pikiran.

Mekanisme ajaib

Tepat sekali. Saya sebutkan sebagai mekanisme ajaib. Karena udara yang terdiri dari O2 masuk ke dalam tubuh kita bisa diubah menjadi kekuatan yang dahsyat. Tampaknya, dalam udara terkandung prana sebagaimana DMT yang terkandung dalam tanaman. Mekanisme ajaib dalam tubuh kita mengubah sari makanan atau udara menjadi life force daya hidup dalam tubuh kita.

Mekanisme ajaib ini bisa dibuktikan juge oleh mereka yang melakukan cara atau metode pernapasan tertentu membuat tubuh menjadi kebal atau kemampuan lainnya. Bahkan melalui daya imajinasi dari seseorang yang melakukan cara napas tertentu bisa menjadi sarana penyembuhan. Namun yang paling penting digarisbawahi adalah daya imajinasi atau niat. Inilah yang mungkin disebut daya cipta.

Daya Cipta

Daya Cipta adalah kekuatan pikiran ketika kita membayangkan sesuatu. Namun demikian, ada yang bisa terjadi ada yang data ciptanya tidak mengakibatkan apa-apa; nihil. Para ahli tapa atau yang suka tirakat atau melakukan semedi memiliki kekuatan hebat. Bahkan dahulu ucapan atau sabda mereka sangat sakti. Apa ini yang disebutkan kekuatan alam? Saya juga tidak tahu.

Mengingat bahwa sesungguhnya kita semuanya memiliki daya cipta, so berhati-hatilah dengan pikiran, dan ucapan. Kadang kita sering berpikir buruk. Tanpa sadar kita mencemari udara dengan pikiran buruk. Pikiran dan ucapan adalah getaran. Mungkin juga terjadinya bencana karena lapisan frekuensi udara terpolusi. Dan polusi ini ditangkap oleh alam sehingga direspons dalam bentuk bencana. Longsor atau banjir adalah salah satu mekanisme bersih-bersih alam.

 


  1. setyo - Mei 20, 2018

    Mak jlebb penjelasan bapak marhento setelah melihat video proses otopsi, semakin sadar dan amnesia ttg dogma dogma masyarakat dan keagamaan yg pernah sy pelajari.
    baju raga ini ada yg memakaiNya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

19 + 15 =

Scroll Up