Manusia sadar adalah penyembah dewa………

2 Ayur Hypnotherapy | Filsafat | Meditasi | Pengembangan Diri 2 Comments

Ya hanya manusia yang sadar, penyembah dewa. Dewa adalah kekuatan alam. Mereka yang menghargai dan mencinta pada kekuatan alam adalah para pecinta. Para pecinta berarti penyembah. Kita bisa menyembah pada orang tua atau leluhur karena kita mencintai mereka. Ketika kita mencintai, kita ingat bahwa yang ada pada diri kita saat ini adalah semata pemberiannya.

[ecp code=”Post”]

Adakah yang bisa membantah bahwa tanpa matahari kita bisa hidup?

Adakah yang bisa membantah bahwa ketika tidak ada air, kita bisa mati?

Adakah yang bisa membantah bahwa tanpa tumbuhan, kita bisa hidup? Boleh saja anda manjawab, kita bisa makan daging. Lha dari mana hewan bisa hidup tanpa tumbuhan?

Adakah diantara kita bisa membantah tanpa ada udara bisa bernafas dengan nyaman?

Itulah yang disebut sebagai dewa, kekuatan alam. Sering kali kita melupakan pesan leluhur kita, sayangi dan kasihi lah pepohonan. Saat banyak tanaman akan banyak pula air. Saat banyak tanaman, bahaya longsor juga terhindarkan. Mencitai kekuatan alam berarti memelihara dengan baik.

Dahulu leluhur kita dikatakan sebagai Animisme, penyambah makhluk hidup. Betapa tinggi kesadaran mereka. Mereka sadar bahwa tanpa bergantung pada tumbuhan, air dan udara, kita tidak bisa hidup. Ada yang disebut sesaji bumi, kita malu… Tetapi sesungguhnya kesadaran mereka telah ting. Dengan selalu mengingat pada bumi, caranya dengan memberikan persembahan, kita bisa selalu mengkorelasikan diri dengan bumi.

Hidup selaras dengan alam berarti kita tidak makan dan minum berlebihan. Kita tentunya masih ingat pada Mahatma Gandhi. Beliau berkata:

‘Bumi bisa memenuhi kebutuhan semua orang TETAPI bumi tidak akan bisa memenuhi keinginan satu orang.’

Hal lain yang sering kita lupakan saat ini adalah:

‘Perlakukan makhluk lain sebagaimana dirimu ingin diperlakukan’

Menyembah berarti menyayangi serta menghormati. Menyembah bukan berarti kita minta pertolongan. Menyembah dan menyanjung puji pada pohon bukanlah berarti kita meminta pada pohon. Sebaliknya seharusnya kita melestarikan dan memelihar dengan baik. Kita sadar bahwa kita tidak bisa hidup tanpa pohon. Adanya pohon membuat kita bisa makan, apakah tidak layak jika kita melakukan persembahan yang kita buktikan dengan memelihara dan melestarikan?

Dahulu leluhur kita mengatakan bahwa ketika kita mau menebang pohon, kita harus membuat sesajen ini dan itu. Tujuan leluhur kita adalah agar kita tidak sembarangan menebang pohon. Dengan demikian, pohon tetap berdiri. Dan ketika pohon semakin besar, disekitarnya banyak akar. Akar akan menahan lajunya air hilang. Dampaknya? Kita akan bisa hidup karena banyak air tersedia. Betapa tinggi kearifan leluhur kita. masih malu menerima sebutan bahwa kita keturunan nenek moyang penyembah Animisme???

hanya mereka yang tidak mau mengakui bahwa ia hidup tidak bergantung pada alam merasa malu menyatakan bahwa dirinya penyembah dewa atau kekuatan alam. Tetapi lucunya, mereka masih makan nasi dan minum air….

Inilah lelucon dari yang mengatakan bahwa ia bukan penyembah pohon. Bukan pula penyembah air serta matahari dan juga udara. Ia lupa bahwa ia bisa menghirup udara. Ia tidak sadar bahwa tanpa udara, ia akan berteriak tidak bisa bernafas…

[ecp code=”Post”]


  1. Sampah yang berserakan mudah menarik perhatian kucing.

  2. You are so awesome! I do not hink I have read anything like this
    before. So nice to discover another person with a
    few unjique thoughts on this topic. Seriously..
    thanks for starting this up. This web site iss oone thhing
    that is required onn the web, someome with a little originality!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

15 + ten =

Scroll Up