Terjadinya Moksha atau Kebebasan

0 Ayur Hypnotherapy | Filsafat | Meditasi | Pengembangan Diri No Comments

Moksha 

Moksha berarti kebebasan. Kebebasan bukanlah berarti bertindak semaunya. Misalnya, kita mengendarai mobil di jalan tol. Walaupun mobil milik sendiri, sudah punya SIM, tol sudah bayar; Mungkinkah kita bisa mengendarai mobil sesuai dengan kemauan atau keinginan kita? Ada suatu aturan yang berlaku di jalan tol tersebut sehingga tidak membahayakan orang lain ataupun diri sendiri. Adalah kebebasan kita untuk mematuhi aturan saat mengendarai di jalan tol tersebut. Kebebasan yang bertanggung jawab.

Dalam melakoni kehidupan ini tidak ada yang disebut kebebasan. Kebebasan terjadi bila dan bila kita bisa mengikatkan diri pada satu disiplin atau aturan demi tercapainya suatu kebahagiaan sejati. Kebahagiaan terwujud bila kita sadar bahwa segala di seminar kita sebagai suatu ilusi. Bila kita terjebak dalam ilusi atau sesuatu yang tidak langgeng atau abadi, kita memasuki roda samshara atau penderitaan.

Cerita Ramayana

Dalam kisah Ramayana diceritakan bahwa dalam suatu pengembaraan di hutan, Sitha melihat seekor kijang kencana, ini dalam pandangan Sitha. Lain pandangan Sitha, lain pandangan Rama. Bagi Rama, tidak ada di dunia ini seekor kijang emas atau kencana. Karena emas atau permata adalah benda mati; dalam arti tidak bisa bergerak sendiri. Ini pula pandangan searing avatar atau para suci. Kilauan keindahan dunia bagaikan kilauan palsu yang tidak bisa membuat orang bahagia.

Cara pandang Sitha seperti kita yang terjebak olah ilusi kebendaan. Pencapaian keinginan terhadap peroleh benda atau jabatan/kedudukan dunia kita anggap suatu kesuksesan yang membawa kebahagiaan. Namun benarkah demikian? Banyak orang kaya pada akhirnya menderita. Segala hal bisa dimiliki. Ia bisa bepergian ke tempat-tempat yang bagus dan tidak bisa dikunjungi setiap orang. Begitu tiba di tempat tersebut, ia jadi bosan pada akhirnya. Kelegaan sesaat ketika keinginannya terpenuhi.

Yoga

Yoga adalah laku untuk menuju kebahagiaan sejati. Ada 4 laku yoga. Bhakti Yoga yang berupa laku bhakti atau pengabdian terhadap seseorang yang sadar akan kesejatian dirinya. Sadar bahwa kesejatian dirinya adalah Hyang Satu Adanya. Bila seseorang bisa menyerahkan kepentingan dunia demi kabahagiaan sejati, maka ia di jalan yang tepat menuju kebebasan sejati atau Moksha.

Raja yoga adalah meditasi atau hidup berkesadaran. Atau latihan yang dilakukan sebagai upaya melepaskan segala keburukan dalam diri kita. Bisa laku gerakan yoga sebagaimana yang kita kenal selama ini. Atau melakukan pengaturan napas atau Pranayama.

Karma Yoga berarti melakukan suatu kegiatan tanpa harapkan imbalan. Dan kegiatan ini hanya bisa dilakukan di ashram atau padepokan di bawah panduan seorang Guru Sejati. Karena di luar ashram, hal seperti ini tidak ada. Dunia ini hanya kenal untung rugi.

Gyana Yoga atau perenungan dalam kerangka besar menguaba diri yang didasari atau intelektual menjadi Intelejensia.

Untuk lebih jelasnya, mari kita simak video Anand Krishna di bawah ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 + twenty =

Scroll Up