4 – S syarat Karma Yogi…..

0 Ayur Hypnotherapy | Filsafat | Meditasi | Pengembangan Diri No Comments

Seorang karma yogi atau seseorang sudah menapak di ranah transpersonal menjadikan 4 S sebagai pedoman perjalanan.

S yang pertama berasal dari kata SENSIVITY…… Kepekaan ini sangat perlu bagi mereka yang melakoni tranpersonal. Karena seseorang yang memiliki kepekaan tinggi akan selalu alert terhadap segala pikiran, ucapan dan perbuatan yang dilakukannya. Tentu kepekaan yang bermanfaat bagi lingkungan dan sesama. Pikiran, ucapan dan perbuatan yang bermanfaat bagi lingkungan dan sesama akan tetap tersimpan oleh alam semesta. Janganlah melakukan sesuatu jika kita sendiri tidak mau diperlaukan demikian. Itulah inti dari kepekaan. Sebagai contoh, habiskanlah minuaman atau makanan yang kita konsumsi. Setiap tetes air yang kita minum membutuhkan sumber daya untuk mengolahnya. Setiap butir nasi yang kita makan memiliki nilai tinggi untuk mengolahnya. Bayngkan saat kita makan, banyak orang yang tidak bisa menikmati makanan yang saat itu kita makan. Selalu pikirkan apakah perbuatan kita bisa melukai perasaan orang lain atau tidak. Mengganggu orang lain atau tidak. Dengan cara ini kita berupaya peka terhadap sekitar.

S yang ke dua adalah SINCERITY…… Ketulusan. Lakukan segala sesuatu dengan penuh ketulusan. Tidak mengharapkan imbalan sesaat. Keuntungan sesaat hanya bermanfaat bagi dirimu pribadi tetapi tidak bakal dikenang orang. Melakukan untuk kepentingan orang banyak akan selalu dikenang orang sepanjang masa. Mahatma Gadhi melakun kebaikan untuk banyak orang, namany selalu dikenang sepanjang masa. Seseorang yang membunuh Mahatma Gandhi hanya untuk kepentingan diri sendiri, tiada seorangpun yang mengenang namanya. Presiden Henry Truman, salah seorang presiden Amerika memiliki kata bijak: Janganlah peduli siapa yang mendapatkan hasil dari suatu pekerjaan kelompok. Tetapi pedulilah bahwa hasil pekerjaan kita berkontribusi terhadap keberhasilan bersama. Disini kita bisa bekerja dengan tulus tanpa mengharapkan hasil sehingga eergi kita bisa seutuhnya fokus terhadap proses yang dilakukan. Jika kita masi berorientasi terhadap siapa mengerjakan apa, dapat dipastikan bahwa proses pekrjaan tidak optimal. Karena fokus kita terpecah untuk mencari pujian bagi diri sendiri. Tidak mudah, tapi bisa. Tentu dengan upaya keras untuk senantiasa berpikir untuk kebaikan bersama.

S yang ke tiga adalah SOLUTION…. Jika kita jeli mengamati televisi, kita melihat setiap orang selalu mencari kesalahan orang lain bukan mencari solusi atau penyelesaian terhadap masalah yang dihadapi. Setiap persoalan sesungguhnya sudah memberikan penyelesaian. Perubahan terhadap cara pandang ini mesti berubah. Dann setiap orang memiliki kemampuan untuk melakukannya. Saat kita mengutarakan persoalan, berikan solusinya. Jangan hanya menuntut untuk berubah tetapi kita sendiri tidak mau berubah. Perubahan terjadi saat setiap individu mau berubah. Lain halnya jika setiap orang hanya mengutarakan ketidak puasannya tapi tidak memberikan solusi. Dapat dipastikan semakin banyak persoalan dan akan semakin ruwet. Berpikirlah untuk kebaikan semua orang. Kebaikan semua orang adalah yang selaras dengan semesta. Tirulah sifat matahari yang senantiasa memberikan sinarnya bagi setian manusia. Tidak memilah untuk golongan, kelompok atau diri sendiri. Bumi memberikan manfaat bagi semua orang walaupun diinjak-injak.

S yang ke 4 adalah SKILL……….. Kemampuan atau kapabiltas melakukan pekerjaan secar profesional membutuhkan skill. Tidaklah mungkin seseorang bisa melakukan sesuatu dengan baik tanpa diiring atau dibekali skill yang memadai. Seorang penulis baik akan menghasilkan tulisan yang baik jika ia memiliki skill menulis dengan baik. Dengan skill yang memadai, seorang dapat melakukan pekerjaan dengan efisien dan efektif. Tidak membuang-buang waktu dan biaya. Dalam memberikan solusi terhadap suatu persoalan, seseorang mesti memiliki skill yang memdai juga. Skill ini dapat diasah dengan cara belajar. Baik dari buku maupun dari pengetahuan. Sensitivity atau kepekaan bisa mengasah skill seseorang menuju ke-profesionalannya.

Insipired by KARMA YOGA by Svami Anand Krishna, www.booksindonesia.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

thirteen − 10 =

Scroll Up