Gratitude = Great Attitude….

0 Ayur Hypnotherapy | Inspirasi | Kesehatan | Meditasi No Comments

Gratitude berarti bersyukur. Bersyukur berarti hidup dalam kekinian. Hidup kekinian itulah Tuhan. Hanya mereka yang bisa selalu bersyukur memahami arti kehidupan. Tuhan tidak ada pada kemarin atau esok. Tuhan hanya ada saat ini. Mengenal Tuhan berarti memahami makna kehidupan. Saat ini keberadaan manusia di dunia untuk bersyukur…

Bagaimana tidak? Dengan selalu bersyukur, manusia memahami makna kehidupan. Walalupun mungkin seseorang sedang mengalami musibah, namun ketika bisa bersyukur, rasa kekecewaan bisa terhapuskan. Kekecewaan tercipta karena pikiran kita berada dimasa lalu. Tidak mungkin kita kecewa jika pikiran berada pada saat here and now. Demikian juga kecemasan terjadi saat kita berpikir, besok bagaimana ini dan itu. Berarti kecemasan terbentuk ketika tidak ada Tuhan. Jika pikiran terisi Tuhan, kecemasan tidak terjadi.

Ada suatu situs yang membahas tentang gratitude. Situs ini diilhami oleh pengalaman pribadi seseorang.Saat istrinya meninggal, orang tersebut merasa begitu kehilangan. Karena begitu besar cintanya pada sang istri, ia begitu terlarut dalam kesedihan. Hari demi hari ia sedih. Minggu demi minggu terlewatkan. Memasuki bulan. Hampir setahun atau bahkan lebih dari 1 tahun ia terlarutkan dalam kedukaan.

Suatu ketika, ia bertemu dengan seseorang. Orang tersebut merasa empati melihat keadaan seperti itu. Kemudian, ia mengajak si pria yang kehilangan istri untuk memikirkan moment-moment yang membahagiakan bersama istrinya. Dan mengingatkan bahwa moment – moment seperti itu pantas disyukuri. Setelah melakukan beberapa lama, akhirnya si pria tersadarkan bahwa kesedihan karena selalu mengenangkan istri amat banyak menguras energinya.

Selama ia terlarutkan dalam kesedihan, ia telah mengabaikan banyak hal. Seluruh energinya terpusatkan pada rasa sedih sehingga tidak lagi ada energi tersisa memikirkan anaknya. Ia mengabaikan anaknya hanya karena energinya terbuang untuk meratapi istrinya. Bahkan bisnisnya mengalami kemunduran karena ia tidak lagi memiliki energi. Seluruh energi pikirannya terserap oleh kesedihannya.

Mereka yang energinya terlarut dalam kekecewaan atau kesedihan tidak lagi bisa melakukan tindakan atau perbuatan yang bermanfaat bagi orang banyak. Semua energinya terpusatkan pada dirinya sendiri. Para suci dan nabi tidak pernah terlarutkan dalam pikiran masa lalu, seperti kesedihan. Mereka sangat menyadari bahwa perbuatan yang paling baik adalah jika perbuatan tersebut menyangkut kepentingan orang banyak. Tidak memikirkan diri sendiri.

Perbuatan yang menyangkut kepentingan banyak orang atau perbuatan yang mengangkat kebahagiaan atau keceriaan orang lain adalah perbuatan mulia atau great attitude. Perbuatan besar hanya bisa dilakukan oleh mereka yang memiliki gratitude atau rasa syukur. Koq bisa?

Ungkapan rasa syukur terjadi ketika kita bisa mengekspresikannya terhadap orang lain. Ungkapan syukur bukan sekedar ucapan, namun diwujudkan dalam tindakan. Misalnya. Ketika bisa memiliki mobil baru, rasa syukur diungkapkan dengan mengajak orang lain juga merasakan mobil tersebut. Coba saja lakukan ketika hal ini dilakukan. Orang tersebut akan mengatakan Alhamdulillah. Bukan kah ia mengucapkan syukur pada Tuhan?

Hal ini bisa juga diterapkan saat rumah tangga sedang mengalami guncangan atau keretakan. Coba ajak istri atau suami membayangkan masa-masa yang indah. Kita bisa bersyukur. Jika rasa syukur ini sudah terjadi, kita bisa mengucapkan terima kasih atas kebersamaan sebagai istri atau suami.

Bersyukur berarti juga kita merasakan hidup dalam Tuhan.Bukan hidup dalam pikiran kita sendiri. Rasa sedih atau ego berarti kita meninggalkan Tuhan dan menjadikan ego sebagai tuan. Kita serahkan seluruh energi kita pada sang tuan pikiran. Saat itu tiada Tuhan kecuali pikiran untuk memuaskan nafsu ego kita.

Tuhan ada ketika pikiran dan badan dalam keadaan selaras . Badan ada di saat ini, pikiran berada di masa lalu–> Tuhan tidak eksis dalam diri kita.

Ini yang tepat. Dengan cara ini kita mengingatkan pada orang lain secara tidak langsung kepada Tuhan. Semua berasal dari Dia. Kita tidak memiliki sesuatupun. Kita hanya sekedar numpang lewat di bumi ini. Perbuatan besar atau great attitude hanya bisa dilakukan oleh mereka yang bisa bersyukur…

Hanya orang yang bersyukur memiliki energi yang besar karena tidak tersedot energinya hidup di masa lalu. Yang saya maksud hidup di masa lalu adalah memikirkan kejadian masa lalu. Antara badan dan pikiran tidak sinkron.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

nineteen − eight =

Scroll Up