Ahhh…………. Jadi Tuhan Lebih Mudah daripada Mencapai Sarjana S1….

Banyak orang berbicara tentang Tuhan. Sayangnya mereka tidak menyadari bahwa sesungguhnya banyak orang yang sudah mengalami atau menjadi Tuhan. Tiada seorangpun tahu bagaimana dan apa Tuhan itu sesungguhnya. Namun jika kita bicara yang juga menurut manusia, Tuhan itu punya nama 99 atau ada yang mengklaim lebih. Banyak sudah manusia yang sudah mengalami atau menjadi Tuhan.

Saat manusia hanya membicarakan Tuhan, sesungguhnya ia belum bisa mengalami Tuhan. Tapi tidak menutup kemungkinan bahwa sewaktu-waktu tanpa disadari ia menjadi Tuhan…. Ar-rahman adalah sifat Dia. Atau juga nama Dia. Yang Maha Pengasih. Apa yang disebut maha? Tiada seorangpun tahu. Mungkin orang akan menunjuk langit tak terbatas. Itulah yang dimaksud dengan maha. Tapi maha pengasih, siapa yang bisa menggambarkan. Banyak orang berdalih dan berargumen lagi. Maha pengasih kan ini… itu… dan bla..bla…bla… Kembali ke definisi yang sangat sempit. Manusia sangat memiliki keterbatasan. Kata labih lagi, sangat…sangat terbatas. Mungkin banyak yang ga percaya………… Coba saja definisikan rasa gula…. Segepok buku bisa disajikan… Tapi seorang cerdas tidak akan banyak berkata, langsung diambilkan gula…. Dan yang tadi menanyakan langsung diam merasakan rasa manisnya gula… Tanpa kata….

Mengalami atau menjadi Tuhan adalah mereka yang berbuat memberi dan memberi… Meng-kasih dan kasih lagi. Mereka berbuat karena senang orang lain berbahagia… Mereka berbuat selaras dengan alam… Kasih dan kasih… (beri dan beri)… Seperti orang yang sudah kaya….. Mereka bisa memberi tanpa rasa bahwa dia memberi sesuatu. Ia bahagia saat memberi. Inilah definisi saya menjadi Tuhan… Jika ada orang lain memiliki definisi tentang Tuhan berbeda… silahkan… Bagaikan para orang buta berupaya mendefinisikan seekor gajah. Tentu sangat berbeda dan berlainan. Karena setiap orang buta hanya mampu mendefinisikan yang dalam batas jangkauannya… Sebatas kemampuan memandangnya…

Ingat saat Stephen Hawking mengatakan bahwa alam atau galaksi tercipta tanpa campur tangan Tuhan. Saat itu banyak orang yang mengutuk bahwa dia atheis dsb. Padahal jika dibantah, apakah mereka yang menghujat bahwa Stephen Hawking ateis mampu mendefinisikan Tuhan seperti apa dan bagaimana… Saya yakin jawabannya, ‘menurut kata para nabi…bla….bla…’ Kembali katanya… Tapi sudah bisa menghujat dan menyakiti orang lain… Inilah kebodohan orang yang tidak tahu alias buta… Tidak tahu tapi sok tahu…..

Kembali tentang banyak orang yang sesungguhnya sudah mengalami atau menjadi Tuhan. Tuhan sendiri sesuai dengan definisi disebutkan maha sabar. Tinggal sekarang mengetahui sejauh mana kesabaran kita. Jika bisa sabar dari hinaan dan cacian, ia sudah mengalami Tuhan. Dengan catatan: Tidak membalas. Anggap saja sebagai anugerah. Demikian juga para orang kaya sejati akan mampu mengasihkan atau memberikan sebagian hartanya untuk orang yang membutuhkan. Dan saat orang tersebut merasakan kepuasan yang tak terkatakan, ia mengalami Tuhan.

Sesungguhnyalah orang yang sibuk menyebut nama Tuhan, masih jauh dari mengalami Tuhan. Mereka masih mendefinisikan Tuhan sesuai yang diinginkannya. Tuhan maha kuat, karena ia membutuhkan pertolongan dari kekuatan Tuhan untuk membantunya. Tuhan maha kaya, ia mengharapkan Tuhan mau berbagi kekayaan Nya. Ia tidak sadar bahwa Tuhan tidak bisa memiliki. Mereka yang bisa memiliki akan mempunyai kekuasaan untuk meng-apa2kan benda miliknya. Tuhan??? Ia tidak bisa menggunakan rumah dan bumi yang ia ciptakan. Berarti ia bukan pemilik… Beda dengan manusia, saat ia mengaku sebagai pemilik rumah, ia memiliki kuasa untuk renovasi rumah atau bongkar rumahnya…

Mereka yang berjuang dengan gigih untuk melestarikan lingkungan demi kepentingan orang banyak, sesungguhnya sudah menjadi Tuhan…. Banyak kita lihat seseorang yang dengan gigih menanam bakau karena kecintaannya terhadap lingkungan. Ia tidak mengenal lelah menanam bakau di area yang sudah rusak lahan bakaunya semata karena ia cinta lingkungan… Ialah Tuhan bagi lingkungan bakau sekitar nya. Ia yang dengan senang hati mendonorkan anggota tubuhnya demi sesama, atau mendermakan hidupnya untuk melayani sesama hanya semata senang terhadap mereka. Ia adalah Tuhan bagi mereka yang membutuhkan….. Tanpa keinginan untuk memperoleh pujian…

Kebalikan dari mereka yang selalu rajin menyebut nama Tuhan, tapi kenyataannya perbuatannya tidak menggambarkan sifat-sifat Tuhan. Ia masih jauh dari Tuhan. Atau baru sedikit mengalami Tuhan. Karena sesungguhnya setiap orang sudah pernah mengalami Tuhan…. Para nabi dan avatar selalu berjalan di dalam sifat-sifat Tuhan……… melakoni sifat Tuhan………

Menjadi Tuhan lebih gampang dari pada jadi sarjana. Karena tidak tergantung orang lain. Hanya kemauan dan upaya kita sendiri… Bagaimana caranya jadi Tuhan??? Ya lakoni dan berbuat sesuai dengan nama Tuhan: Maha Pengasih dan Penyayang….. Dan Sabar…. Tanpa batas….. Silahkan coba…..

Sayangnya kebanyakan kita mendefinisikan Tuhan sesuai dengan keinginannya…. Tuhan maha pemberi, ia mengharapkan pemberian Tuhan. Tuhan maha pengasih, ia mengharapkan dikasihani… Tuhan maha pemaaf, ia mengharapkan keslahannya di maafkan Tuhan… Padahal ia sendiri sulit untuk memaafkan….. Bagaimana mau jadi Tuhan?????

Ahhhh……………. Inilah definisi tentang Tuhan……..dari serba keterbatasanku………. Mungkin orang lain punya definisi sendiri. Sesama orang buta tidak boleh saling menyalahkan………. Sama-sama tidak tahu dan hidup dalam kegelapan………