Akhirnya pengotor ageman (pakaian) si pemilik….

0 Filsafat | Meditasi | Pengembangan Diri No Comments

Melanjutkan cerita si Gilo atau yang menjijikkan. Gilo berarti jijik. Cerita sebelumnya silakan baca di sini.

Ia sangat amat pongah dengan ageman (pakaian) yang katanya paling baik dan mutakhir. Ia sering memamerkan agemannya pada teman-temannya. Bahkan meminjamkannya. Saking merasa bangga akan ageman yang paling baik dan paling mutakhir, si Gilo lupa bahwa ada pesan yang terlupakan dari sang dewa Alamak. Setiap kali baju atau ageman digunakan untuk sesuatu yang buruk atau bertentangan dengan sifat dewa Alamak yang penuh kasih dan sayang serta lembut, si ageman akan ternoda pada bagian yang sulit dilihat oleh si pemakai atau pengguna, tetapi gampang dilihat oleh orang lain.

Si Gilo pun sering pamer menggunakannya. Bahkan sering dilakukan untuk merayu wanita. Hebatnya si baju atau ageman bersinar bila digunakan untuk merayu. Karena sudah banyak pengikut, maka sering kali wanita terjebak dengan rayuan si pengguna ageman. Dengan iming-iming hidup mewah dan nyaman, banyak pengikut wanita jatuh dalam pelukan si Gilo atau teman lainnya yang meminjam. Maka bintik-bintik noda pun semakin banyak. Yang mana hal ini tidak bisa dilihat oleh si pemuja atau pengguna ageman tersebut.

Khasiat lain dari baju atau ageman sakti adalah bisa digunakan untuk mengelabui orang yang lemah pengetahuan. Kembali dengan iming-iming bisa meminjam ageman, maka banyak orang terjebak sehingga dengan mudah si Gilo menjadi pemimpin panutan yang dianggap hebat serta anggun. Karena taat melakukan upacara/ritual untuk menambah kesaktian ageman pemberian si dewa Alamak. Semakin banyak yang meminjam semakin banyak noda karena penggunaan yang tidak selaras dengan amanah dewa Alamak.

Wanita, tahta serta harta berlimpah pada si Gilo sejak memiliki ageman sakti. Karena lupa pesan suci dewa Alamak, ia menganggap bahwa dengan menggunakan ageman, ia telah menjadi anggun/suci. Ephoria ini menjadikan titik noda semakin banyak. Bukan orang lain yang menodai ageman, tetapi perilaku yang bertentangang dengan sifat dewa Alamak lah yang menodai ageman pemberian nya.

Sampai suatu ketika seorang lain melihat bintik-bintik noda yang banyak mengotori sang ageman sakti. Secara spontan, ia berkata, mengapa kamu mengotori ageman suci pemberian dewa? Wah, anda Gilo telah menyalahgunakan ageman sakti untuk kepentingan duniawi. Kebetulan si orang ini pernah berkenalan dengan dewa Alamak serta mendapat pesan untuk mengingatkan si Gilo.

Rupanya peringatan orang ini tidak berkenan, maka kemudian si Gilo memperkarakan orang ini dengan tuduhan bahwa si orang ini mengatakan hal tidak benar tentang adanya noda atau bintik kotoran pada ageman-nya. Karena si Gilo tidak bisa melihat, maka ia justru menuduh balik orang ini mencemarkan nama baik ageman hadiah dewa Alamak dengan mengatakan penodaan ageman alias pengotoran baju….

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

5 + 4 =

Scroll Up