Aku mengalami Isra’ Mi’raj………………….

0 Ayur Hypnotherapy | Inspirasi | Meditasi | Pengembangan Diri No Comments

Pasti anda semua para pembaca langsung panas kuping pun memerah dan kata yang pertama diucapkan adalah:

‘ Siapa kamu? Mana bisa kamu mengalami pengalaman seorang nabi, Isra’ Mi’raj. Penghinaan kepada nabi ini. Pelecehan terhadap nabi’  Dan lain sebagainya umpatan serta cacian…

Tapi………..

Pernahkah terpikirkan oleh kita, saat Baginda Rasulullah SAW menyampaikan pengalaman beliau, ada seorang pun sebagai saksi???

TIDAK ADA…. Itu kan pengalaman beliau pribadi dan kemudian disampaikan kepada para sahabat beliau. Kemudian sampai kepada kita saat ini. Lantas apa bedanya jika saya juga menyampaikan pengalaman saya, dan kemudian itu saya anggap sama dengan perjalanan Isra’ Mi’raj? Perjalanan Isra’ Mi’raj adalah perjalanan yang tiada waktu dan ruang sebagai pembatas… Adakah keberatan anda yang mengumpat dan mencaci dengan pengalaman pribadi saya???? Pengalaman pribadi saya adalah milik saya. Sama dengan pengalaman mimpi saya yang kemudian saya ceritakan. Dan selama anda tidak diminta untuk menyembah, apa ruginya??

Sesungguhnyalah setiap insan memiliki potensi untuk mengalami pengalaman perjalanan sejenis Isra’ Mi’raj. Kenapa??? Sangat mudah…. Duduklah dalam keadaan diam tanpa ada gerakan fisik. Masuklah ke dalam diri. Jangan sedikitpun memikirkan hal-hal yang terkait dengan badan. Dan anda bisa melakukan perjalanan antar planet, bahkan galaksi. Siapa yang bisa men-judge pengalaman anda??? Tiada seorangpun… Selama tidak ada permintaan secara fisik yang mengakibatkan ke-tidaknyamanan orang lain. Jika orang lain tidak percaya, bukan urusan kita meyakinkan dia….

Tentang perjalanan Isra’ Mi’raj Rasul… Saya masih merenungkan…

Dalam pengalaman beliau berkisah memohonkan dan ini dialog pribadi beliau. Tiada seorangpun saksi. Tentang berapa kali sholat harus dilakukan dalam sehari. Nah pastinya pada saat itu sudah adakah cara sholat yang baku? Jika belum, apakah bangunan yang disebut masjid Aqsa dan Haram sudah ada? cara serta aturan baku sholat saja belum ada, lantas untuk apa bangunan masjid yang saat ini kita kenal untuk sholat berjamaah digunakan???

Semestinya jika sholat dimaknai sebagai tool pencegahan dari perbuatan yang mungkar, 24 jam seharilah yang pantas. Jadi sholat seharusnya DI-DIRIKAN bukan dilakukan. Jika dimaknai sebagai mendirikan sholat, 24 jam kita mengingat Dia Yang Maha Kuasa dan Tunggal adalah selayaknya. Tiada sesuatu selain Dia Tuhan Yang Maha Esa. Inilah baru tauhid. Tiada kekuasaan, wanita, dan harta dalam pikiran, ucapan serta perbuatan selain melihat wajah Allah di barat dan di timur serta dimana-mana. baru bisa kita menyampaikan: LA ILLAHA ILALLAH. Tiada sesuatu di luar Dia Tuhan semesta alam…

Jika shalat hanya sebatas ritual badan, ya sekedar untuk pameran. Showup kepada sesama agar bisa mengelabuhi. Dengan kapabilitas pengelabuhan ini, kita bisa meraih kekuasaan, tahta, dan wanita. Kebanyakan wanita mudah ketipu jika rajin beribadah dan bersedekah… Mengapa perbuatan MERUGI seperti ini terus saja kita lakukan???

Apa manfaatnya bagi jiwa kita? jika hanya untuk memperoleh harta, kekuasaan/tahta dan wanita, tidak perlu menipu Tuhan semesta alam. Tidak ada urusannya Tuhan dengan kenyamanan duniawi. Betapa sesungguhnya kita sedang menipu diri sendiri???

Isra’ Mi’raj adalah perubahan dari hanya mengabdi pada kenyamanan duniawi ke pengabdian diri secara utuh kepada Sang Khalik. Menafikkan kenyamanan atau kenikmatan duniawi dan berubah menuju pencapaian kemuliaan ruhani…

Dan potensi itu dimiliki oleh setiap insan yang bernama MANUSIA. Jika ada seorangpun merendahkan diri bahwa ia tidak mampu, sesungguhnya ia telah menghinakan Tuhan Sang Maha Pencipta. Mengapa??? Dirinya adalah ciptaan Tuhan. Menghina dirinya sendiri berarti menghinakan Sang Pencipta…….

Salam perjalanan ISRA’ MI’RAJ……………………

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

14 + 17 =

Scroll Up