Apa hebatnya manusia yang ‘katanya’ memiliki indera ke 6?

0 Ayur Hypnotherapy | Filsafat | Inspirasi | Meditasi | Pengembangan Diri No Comments

Dahulu sebelum memahami tentang spiritual atau pun meditasi, ketika mendengar seseorang bisa menebak suatu peristiwa yang akan terjadi, saya kagum. Wah orang sakti, bisa tahu peristiwa yang akan terjadi.

Namun, bukankah hal ini juga bisa diketahui hewan?

Contohnya, saat tsunami akan datang di Sri Lanka, gajah-gajah berlarian ke bukit. Para gajah ini bisa membaca fenomena alam. Instink hewani yang mereka miliki bisa mengetahui gejala alam. Jadi, jika seseorang bisa membaca gejala alam, apakah bisa dikatakan hebat?

Instink hewani terbentuk karena mereka erat berhubungan dengan alam. Pada manusia, instink hewani ini sudah menghalus dan naik levelnya menjadi kesadaran atau budhi. Kehalusan rasa atau empati belum berkembang pada hewan. Hewan bergerak atas dasar reaktif. Sedangkan manusia berdasarkan responsif.

Indera ke 6 = kemampuan hewan

Elang memiliki kemampuan melihat jauh. Ia mampu melihat mangsanya dari jarak 2 kilo meter. Jika seseorang manusia bisa melihat sejauh itu, apakah bisa dikatakan hebat? Memiliki indra ke 6? Bukankah hal ini tidak beda dengan elang? Dimana hebatnya?

Penciuman. Siapa bisa mengalahkan ketajaman penciuman seekor anjing. Mengapa manusia mesti belajar memiliki kemampuan indra penciuman seperti seekor anjing?

Kita lupa bahwa tujuan keberadaan kita di bumi adalah melepaskan keterikatan terhadap dunia benda. hanya dengan pelepasan keterikatan terhadap dunia benda, roh akan menjadi ringan. Dan pada akhirnya, ia pecah menjadi serpihan di alam semesta. Seperti inilah keadaan mind pra budha atau mereka yang tercerahkan.

Kemampuan orang melihat makhluk halus tidak berbeda dengan kemampuan kucing dan anjing. Lantas apa hebatnya bila manusia bisa melihat hantu atau makhluk halus juga?

Kemampuan yang dikatakan hebat oleh manusia, pada akhirnya menaikkan ego. Kita merasa hebat dari orang lain. Dengan kemampuan ini kita dapat pujian dan bisa mencari harta kekayaan. Inikah tujuan kelahiran manusia di bumi? Bukankah segala ketenaran yang mengundang pujian malahan membuat kita semakin melekat terhadap alam bendawi? Bukan kah ini semakin menjauhkan kita dari tujuan kelahiran di bumi?

Segala kesaktian dan kemampuan yang katanya di sebut indera ke 6 sesungguhnya menarik kesadaran kita menurun. Semakin menjauh dari tujuan kelahiran di bumi. Apa yang terjadi kelak jelang kematian? Dapat diterka. Orang tersebut akan menyesal dan mau tidak mau, suka tidak suka harus hadir lagi ke bumi untuk memperbaiki perbuatannya yang sudah melenceng dari tujuan awal.

Clairvoyance

Saya kenal dengan seseorang yang secara tidak sadar memiliki kemampuan melihat bencana yang akan datang Clairvoyance. Ini kisahnya.

Suatu ketika, ia bisa melihat bahwa tidak lama lagi tempat dimana ia berada akan terjadi banjir. Ia memperingatkan bos, suami serta beberapa karyawan untuk siap-siap mengungsi agar selamat dari banjir. Namun apa yang terjadi?

Ia dianggap orang gila. Tidak satupun yang mempercayai vision nya. Pada akhirnya, yang diramalkan pun terjadi. Dan banyak kerugian materi dan bahkan nyawa yang hilang.

Sang suami, minta maaf karena melalaikan peringatan istrinya. Namun, ternyata si istri cukup temperamen. Tidak saja marah, ia bahkan memukuli si suami sampai berdarah. Suatu perbuatan yang kurang bijak. Ini bukanlah perbuatan seorang manusia yang seharusnya menyadari kemanusiaannya. Jika tidak mau dipukul ya jangan memukul. Bukankah memaafkan pada suatu hal adalah kemanusiaan juga?

Boleh saja si wanita memiliki kemampuan melihat yang tampaknya tidak bisa dimiliki oleh sembarang orang. Tetapi jika pada akhirnya menghilangkan kemanusiaannya, bukankah ini yang dinamakan kebocoran? Boleh saja seseorang klaim bahwa itu anugerah hebat. Ini juga tergantung dari sadar atau tidaknya akan tujuan kelahirannya di bumi.

Kesempurnaan manusia adalah ketika ia berada pada kekinian. Tidak perlu bisa melihat masa lampau ataupun masa atau peristiwa yang akan datang.

Kita selama ini terkecoh. Kita kagum pada seseorang yang bisa meramal. Seperti Notredamus, Jayabaya atau peramal hebat lainnya. Tetapi kita lupa bahwa itu semua membuat atau menarik kita ke luar diri. Kita lupa potensi diri. Potensi diri semua manusia satu dan sama, Keilahian diri.

Kembangkan sifat Ilahi dalam diri. Hiduplah selaras dengan alam…

Hiduplah dalam kesadaran Jiwa………

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

20 − eleven =

Scroll Up