Apakah dosa???

Saat perilaku bertentangan dengan alam. Ketidakselarasan itulah dosa……..

Sang Guru Menjawab:

Dosa itu tidak ada. Engkaulah yang membuatnya ada karena perilaku serta kebiasaan-kebiasaanmu yang tidak selaras dengan alam. (Ketidakselarasan) itulah Dosa.”

(Mawar Mistik by Anand Krishna, www.booksindonesia.com)

Sangat mudah mengatakan hidup selaras dengan alam, namun benarkah demikian?

Apa yang disifatkan alam sesungguhnya?

Alam tidak pernah menuntut yang diberikan. Bumi menyediakan kebutuhan manusia untuk hidup, ia sedikit pun tidak menuntut balasan terhadap segala sesuatu yang telah diberikan bagi manusia.

Matahari bersinar atas kehendaknya sendiri. Ia bersifat demikian. Sinarnya memberikan manfaat bagi alam. Di bawah sinar matahari semua kegiatan manusia berlangsung. Ia memberikan sinarnya tanpa memilih. Ia hanya bersinar. Itulah sifatnya, menerangi alam serta semua makhluk berkegiatan. Sinar matahari juga menjadikan hidup berwarna.

Tumbuhan hidup dengan perjuangan sendiri. Ia sedikit minta bantuan pada makhluk hidup lainnya. Ia hidup dan kehadirannya membuat makhluk lain bisa hidup juga. Kemandirian dan kesediaannya berkorban dari tumbuhan tidak menjadikan ia merasa lebih baik dari makhluk lainnya.

Air. Tanpa kehadiran air, kehidupan di bumi ini hilang. Sampai saat ini, manusia masih berupaya mencari planet lain yang ada air. Saat banjir pun tampaknya banyak air, namun air yang bersih tetap dibutuhkan manusia. Air merupakan sumber kehidupan bagi semua makhluk. Kehadirannya menjadikan makhluk lain bisa hidup.

Angin. Angin berhembus membuat manusia merasakan kesejukan. Angin bisa menyelinap disela-sela kerapatan dan membuat makhluk merasakan kesejukan. Seorang pemimpin yang memiliki sifat angin bisa memberikan kesejukan pada pikiran sehingga membuat damai bagi yang berada di dekatnya atau di bawah kepemimpinanya.

Rembulan memiliki sifat yang lembut. Hidup selaras dengan sifat rembulan berarti memberikan kelembutan saat berkata dan berpikir. Dalam laku juga bertutur kata lembut penih kasih.

Api. Sifat api membakar dan membuat sesuatu menjadi matang. Ia menyemangati sekitarnya. Api dalam jumlah sedkit dan cukup menjadikan suatu masakan layak dimakan. Ia mematangkan masalah dengan jumlah yang tepat. Namun jka jumlahnya terlalu banyak, ia bisa membakar. Semangat manusia itulah sifat api.

Lautan. Ia mendaur ulang segala sesuatu yang ditumpahkan ke dalamnya. Ia menampung segala sesuatu tanpa menolaknya. Kesabaran manusia seluas lautan berarti tanpa batas. Namun di saat tertentu, ia bisa mengamuk dengan dahsyat. Tenang bukan berarti tidak bereaksi jika dibutuhkan. Itulah sifat lautan.

Hewan juga hanya makan saat ia butuh. Ia tidak pernah berpikir menyimpan makanan untuk jangka waktu lama. Ia mengambil saat butuh, saat lapar. Hewan tertentu membantu membiakkan tanaman. Hidup saling menolong. Itu juga sifat alam.

Selaras dengan alam berarti hidup dalam batas sesuai kebutuhan. Ketika seseorang mengambil sesuatu berdasarkan keinginan, sesungguhnya ia sudah merampas hak orang lain. Ingat kata bijak yang disampaikan Sang Mahatma, Gandhi?

‘Bumi bisa memenuhi kebutuhan setiap orang, namun tidak bisa memenuhi keinginan satu orang.’

Seorang bijak memahami pesan ini dan melakoninya. Ia faham dengan baik untuk membedakan antara keinginan dan kebutuhan. Dunia kacau karena sering mengabaikan dan tidak bisa membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Kesadaran akan kebutuhan diri menumbuhkembangkan kepedulian terhadap orang lain atau sesama makhluk hidup.

Dosa sesungguhnya tidak ada. Dosa terjadi ketika manusia tidak hidup selaras dengan alam. Ia tidak peka terhadap tubuhnya. Ia mengabaikan rasa empatinya. Dosa hilang di saat manusia bisa hidup selaras dengan alam. Saat seseorang menyadari akan hal ini, ia terbebaskan dari hukum sebab akibat.

Hukum sebab akibat terjadi pada mereka yang tidak selaras dengan hukum alam. Inilah dosa.

DO GOOD BECAUSE YOU ARE GOOD 

(The Gospel of Mahamaya by Anand Krishna, www.booksindonesia.com)

Burung berkicau karena itulah keinginannya. Ia tidak minta dipuji. Bunga mekar karena itulah sifatnya. Mereka baik karena itulah sifat alaminya……..