Apakah sufi????

0 Filsafat | Inspirasi | Meditasi | Pengembangan Diri No Comments

“ What is a Sufi?”
One does not separate himself from
others by opinion or dogma;
and who realizes the heart as the
Shrine of God.

“What does the Sufi desire?”
To remove the false self and discover
God within.

“What does the Sufi teach?”
Happiness

“What does the Sufi see?”
Harmony.

“What does the Sufi give?”
Love to all created things.

“What does the Sufi get?”
A greater power of love
(Hazrat Inayat Khan)
(Sufi Solutions to World’s Problems by Anand Krishna)

Seseorang bisa bebas dari suatu dan opini masyarakat sekitar bila dan hanya bila menemukan jati dirinya. Penemuan jati diri membuat seseorang bisa merasakan kebebasan untuk berpikir.

Kebebasan yang diperolehnya membuat dirinya bahagia serta ceria. Keceriaan terjadi jika pikiran bebas dari emosi kecewa, marah, dan iri hati. Kekecewaan terjadi karena tidak terpenuhinya keinginan. Inilah keinginan manusia pada umumnya.

Sebaliknya, para sufi menginginkan kebahagiaan abadi. Dunia luar tidak akan memuaskan keinginan seorang sufi. Kebahagiaan yang disebabkan oleh sesuatu yang tidak abadi, tidak akan menghasilkan kebahagian abadi. Cinta itulah Allah. Temukan cinta abadi dari sesuatu yang abadi. Itulah Allah.

Meditasi adalah perjalanan ke dalam diri karena timbulnya suatu kesadaran bahwa tiada satupun benda dunia yang abadi. Dia Sang Abadi berada dalam diri setiap insan. Dengan melakukan meditasi, seseorang bisa merasakan kehadiran Dia Sang Abadi.

Untuk mencapai kejernihan hati, kotoran emosi yang melekat dalam hati harus dibersihkan terlebih dahulu. Selama ini, kita tidak bisa melihat kehadiran Nya karena hati ditutupi oleh hijab. Iri hati, dengki, marah, kecewa, dan penyakit hati lainnya. Penghalang ini harus dilenyapkan terlebih dahulu sehingga bisa merasakan kasih/cinta.

Emosi marah, kecewa, dendam menciptakan kegelisahan hati. Selama ini tidak bisa disingkirkan, hati akan terjebak dalam kegelisahan. Orang tidak bisa menjadi sabar. Jikapun sabar, ini adalah bentuk kesabaran palsu dari pengekangan yang dipaksakan.

Kesabaran bisa terjadi secara alami jika hati bebas dari keinginan untuk memiliki kekuasaan dan kekayaan yang sifatnya sementara.

Dari tradisi masa lalu, para bijak mengajarkan beberapa latihan untuk melepaskan energi kegelisahan karena kekecewaan ataupun kemarahan. Dalam istilah psikologis dikenal sebagai ‘katarsis’. Pelepasan energi negatif.

Denganmelakukan beberapa latihan secara rutin, seseorang bisa menjadi sabar secara alami sehingga bisa melihat permasalahan dengan pikiran dan hati yang jernih.

Meditasi bisa dilakukan secara nyaman bila semua kegelisahan hati disingkirkan. Dengan cara ini, seseorang bertindak secara bijak. Ia bisa berkarya dengan sepenuh hati dan ceria.

Takhali, Tahali, dan Tajjali


Dalam konsep sufisme dikenal Takhali, Tahali, dan Tajjali.

Takhali adalah proses pembebasan diri dari cinta dunia. Cinta dunia inilah yang mengakibatkan seseorang menjadi serakah harta dan kekuasaan. Kecintaan terhadap dunia menyebabkan emosi kemarahan dan kekecewaan. Rasa arogan dan merasa paling benar sendiri menguasai diri. Akibatnya, ia seringkali merendahkan orang lain. Ini yang menyebabkan keributan dalam masyarakat.

Tahali adalah langkah berikutnya dari Takhali. Setelah hati terbebaskan dari kemelekatan dunia, seseorang bisa berbuatan kebaikan terhadap sesama tanpa mejadi sombong. Do good because you are good (Anand Krishna). Suatu perbuatan kebaikan tanpa rasa pamrih pujian dan sanjungan. Dalam keseharian, ia dengan suka hati berbgai keceriaan. Inilah kebaikan, membuat hati sesama ceria dengan kehadirannya.

Tajjali adalah tahap akhir. Dalam tahap ini, hiab tersingkapkan sebagai buah meditasi atau perenungan.

Mediatasi menjadi life style dalam perilaku keseharian. Ia tidak lagi melihat adanya batasan antara kepercayaan dan agama. Ia di atas ke duanya. Ia bisa hidup selaras dengan alam yang senantiasa berbagi dengan ceria.

Be joyful, and share your joy with others!!!!!!!!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

4 × 4 =

Scroll Up