Bagian dari otak manusia

0 Filsafat | Inspirasi | Meditasi | Pengembangan Diri No Comments

Otak Manusia

Otak Manusia terdiri dari tiga bagian: Reptilian Brain, Mamalian Brain dan Neocortex. Bagian pertama merupakan bagian yang sejenis pada optar reptil. Bagian ini hanya kenal kebutuhan dasar: Makan/minum, tidur/kenyamanan, dan seks atau perkembangbiakan. Bagian otak ini sangat terkait erat dengan kenyamanan indrawi. Artinya, manusia yang hank mementingkan atau memburu tentang tiga hal tersebut artinya massiv berada pada kualitas reptil.

Setelah menjalani evolusi panjang, yang bertumbuhkembang adalah Mamalian Brain. Mind ini sudah bisa mengalami rasa sakit atau emosi; rasa takut, marah, kesedihan dan lainnya sebagainya. Kita bisa lihat sapi ketika mau disembelih, ia merasakan ketakutan. Bila kita perhatikan, ada rasa ketakutan sehingga air matanya berlinang. Banyak video tentang hal tersebut. Kepedihan yag tampak secara kasat.

Nah bagian ke tiga yang disebut dengan Neocortex hanya ada pada manusia. Bagian ini untuk menimbang dan memilih sehingga kita bisa mengambil keputusan yang tepat.

Bagian pada Otak Manusia

Hidup Tanpa Neocortex

Kebanyakan manusia atau secara umumnya, sesungguhnya manusia bisa hidup tanpa menggunakan bagian terakhir: Neocortex. Bukankah kebutuhan dasar manusia hanya tiga hal: makan/minum. kenyamanan/tidur dan seksualitas. Dengan singkat kata, tanpa bagian otak manusia yang terakhir, NeocortexBagian terakhir inilah sesungguhnya yang menjadikan kita manusia seutuhnya. Inilah tujuan utama kelahiran kita di dunia ini.

Bila kita sadar bahwa tujuan daripada hidup kita, maka kita harus melakukan transformasi dari intelektual/mementingkan diri sendiri atau golongan menuju kepentingan umum; inilah sifat buddhi atau intelejensia. Sebagaimana pernah disampaikan oleh Baginda Rasul: Rahmat bagi alam semesta. Bukan hanya untuk kaumnya sendiri tetapi keberadaannya membawa berkah bagi alam sekitarnya. Bukan hanya manusia, hewan dan tumbuhan tetapi juga bagi lingkungan.

Pesan para suci

Para suci hadir berulang kali ke bumi dengan pesan yang satu dan sama: Menumbuhkembangkan kemanusiaan dalam diri manusia. Dengan kata lain: Jadilah manusia seutuhnya sehingga memberikan rahmat bagi alam semesta.

Mungkin ada yang bertanya: ‘Lantas untuk apa punya mind?’.  Tanpa mind kita tidak bisa hidup. Tetapi mind yang dimaksudkan adalah yang berkualitas hanya mementingkan diri sendiri. Yang belum bebas dari pengaruh syahwat atau hawa nafsu dari reptilian/mamalian brain. Transformasi intelektual ke intelejensia atau buddhi.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

4 + twelve =

Scroll Up