Bahan Baku manusia serta alam

0 Filsafat | Inspirasi | Meditasi | Pengembangan Diri No Comments

Bahan Baku

Bahan Baku berarti bahan utama. Seperti perhiasan emas, tanpa keberadaan emas tidak ada yang disebut perhiasan emas. Perhiasan emas memiliki banyak atau berbagai bentuk. Oleh si pembuat perhiasan, emas sebagai  Bahan Baku atau Bahan dasar diukir atau dibentuk sesuai keinginannya.

Bila kita percaya bahwa yang kita sebut Tuhan adalah tunggal, berarti tiada lain yang di alam ini adalah perwujudannya. Sebagaimana analogi emas dia atas. Semua perhiasan emas tidak bisa dibentuk atau dibuat tanpa ada Bahan bakunya.

Energi

Semua yang di alam ini terbentuk dari energi. Dan menariknya, tidak ada yang hilang. Yang ada hanyalah perubahan bentuk. Inilah yang abadi.So, Kematian pun adalah mitos.

Setiap benda yang kita sebut sebagai materi adalah bentuk lain dari energi. Semuanya bergantung pada tingkat frekuensi getaran. Bila lambat tingkat getarannya, maka kita dapat merasakan. Ya, paling mudah kipas angin. Ketika berputar cepat, kita tidak bisa melihat bentuk kipas. Namun ketika diperlambat, maka bentuknya terlihat jelas. Demikian pula cahaya juga merupakan bentuk energi yang frekuensinya lebih tinggi dari suara.

Kasih

Ketidaktahuan atau ketidakpedulian kita terhadap manifestasi Dia menjadi barbagai bentuk membuat kita lupa akan sifat kasihNya. Inilah kebodohan kita. Karena kita hanya melihat bentuk kasar tania memahami akan Bahan baku sehingga termami perwujudan atau bentuk yang bisa kita raba atau lihat.

Dan melalui kasihNya pula, Dia berupaya menarik kembali kesadaran kita yang selama ini terlalu terarah ke luar. Kita melupakan bahwa untuk menuju ke Dia Yang Mahakasih hanya bisa dilakukan memalui perjalanan ke dalam diri.

Sebagaimana kasih seorang guru atau orangtua. Tampaknya menyakitkan, tetapi sesungguhnya untuk kebaikan diri kita sendiri. Keadaan pandemi yang kita alami saat ini adalah bentuk teguran atau sapaan dari Dia.

Virus bukan musuh

Selama ini kita berupaya menaklukkan si virus. Namun sesungguhnya, dia bukanlah musuh kita. Buktinya sangat mudah. Bila kita diam dan hidup selaras dengan alam, maka si virus akan musnah dengan sendirinya. Tidak perlu dilawan.

Gambar Virus Corona

Karena selama ini telah menjadi budak indrawi sehingga kita melupakan ini, maka teguran itu pun dengan terpaksa dihadirkan. Tingkatkan kualitas diri menuju Karuna.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

four + eight =

Scroll Up