Bahaya The Law of Attraction…

0 Ayur Hypnotherapy | Filsafat | Inspirasi | Pengembangan Diri No Comments

Bahaya The Law of Attraction

Inilah hukum yang tidak bisa disangkal, hukum tarik menarik. Bukan saja yang baik menarik yang baik, terapi juga buruk menarik yang buruk. Selain hukum sebab-akibat yang sebagai landasan semua hukum di alam ini. Bila kita tidak mau atau ingin tertarik pada hal yang tidak kita inginkan, pindahkan frekuensi. Bahaya The Law of Attraction dialami ole setiap orang yang tidak mampu mengangkat level energinya.

Getaran pikiran memiliki frekuensi sebagaimana gelombang radio. Ketika kita mau mause ke frekuensi tersebut, kita akan selalu bertemu dengan orang yang memiliki frekuensi sejenis. Misalnya, kita suka akan batu akik, secara otomatis gelombang pikiran kita akan menarik mereka yang memiliki hobi yang sama. Suka berburu kuliner, kita akan senang bergaul dengan mereka yang hobi makan.

Inilah celakanya dari hukum tarik menarik. Bila frekuensi kita rendah, maka kita akan mencari mereka yang memiliki frekuensi sama. Dan pada umumnya, duna ini dipenuhi oleh mereka yang memiliki gelombang ketidaktahuan atau ketidakpedulian pada tubuna kelahiran.

Dunia materialistik

Inilah dunia yang kita kenal pada umumnya. Zaman ini adalah zaman Kaliyuga, dunia benda menjadi penguasa utama. Silakan simak di sini. Tuhan atau yang puja adalah materi. Dan yang perlu kita sadari adalah bahwa dunia materi merupakan dunia yang membuat kita menderita.

Semua penderitaan kita terjadi karena kita terbenam dalam dunia benda. Tidak perlu kita menafikan materi atau uang. Uang dibutuhkan untuk menunjang kita tetap hidup. Kita tetap butuh uang, namun kita bisa tidak menuhankan uang atau materi.

yang harus kita ingat adalah bahwa penguasa dari pikiran adalah kita sendiri. Sayangnya, kita sering terpengaruh dennen pendapat orang. Berita media aangaan besar mempengaruhi pola pikiran kita. Banyak orang terjebak dalam dunia maya. Hanya membaca berita yang tidak membuat kita bahagia, kita marah. Mengapa hal ini bisa terjadi?

Karena sesungguhnya tau pada dasarnya kita semua lahir karena kebodohan. Hal ini yang mengakibatkan kita senang pada yang rendahan. Unsur kebodohan sudah ada. Kelahiran kita di dunia ini Karena kebodohan kita. So, jangan cari kesalahan di luar. Introspeksi diria sendiri, di atas segalanya, bangun dan ubahlah frekuensi rendahan dalam diri kita sendiri…..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

14 − 1 =

Scroll Up