Beda antara Mati Beneran dan Mati Suri

0 Filsafat | Inspirasi | Meditasi | Pengembangan Diri No Comments

Mati Suri

Yang disebut Mati Suri adalah ketika tubuh halus yang terdiri dari pikiran serta perasaan secara utuh meninggalkan tubuh kasar. Tetapi tubuh kasar masih beraktivitas; Dengan kata lain bahwa sesungguhnya masih ada yang disebut Silver Cord tersambungkan. Sehingga sewaktu-waktu si tubuh halus kembali masuk ke dalam tubuh kasar. Si tubuh kasar bisa tetap beraktivitas karena adanya prana yang menggerakkan organ tubuh.

Saat Mati Suri, pikiran dan perasaan mengembara k edalam diri sendiri. Mengapa? Karena sejatinya dalam diri setiap orang tersimpan segala macam informasi di alam ini. Pikiran serta perasaan kita merupakan gudang penyimpanan memori alam semesta. Ini sebabnya banyak orang menyampaikan bahwa segala sesuatu yang ada di alam ini juga ada dalam diri sendiri. So, si tubuh halus hanya menjelajahi diri sendiri.

Mati Beneran

Yang saya sebutkan sebagai mati beneran adalah ketika si shuskma sharira atau tubuh halus tidak bisa kembali lagi masuh ke tubuh kasar. Ada beberapa hal yang mungkin terjadi:

  • Tali Perak atau Silver Cord benar-benar terputuskan sehingga tidak ada terowongan untuk kembali. Ini hanya bisa terjadi ketika tubuh kasar dibakar atau diperabukan. Hal ini membuat si suksma sadar bahwa dirinya telah meninggalkan tubuh kasar; dan siap melanjutkan proses evolusi seanjutnya dengan mencari tubuh kasar baru.
  • Si tubuh kasar dikatakan mati bila prana sebagai penggerak tubuh sudah meninggalkan tubuh. Hal ini bisa terjadi bila tubuh kasar memang sudah tidak bisa digunakan lagi. Dalam arti tidak berfungsi sebagaimana mestinya atau rusaknya tubuh. Setiap bagian dari tubuh kasar kita memiliki masa pakai tertentu. Mungkin bisa kita bayangkan seperti mainan yang diputar per nya. Ktika putaran per habis, maka mainan tidak bisa bergerak lagi.
  • Kemungkinan lain sebagaimana yang dilakukan oleh mereka yang tahu bahwa masa pakai tubuhnya telah usai, maka tubuh halus mereka dengan suka hati pergi meninggalkan tubuh kasar.

Hantu

Yang kita sebut hantu sesungguhnya tubuh halus atau mind dan perasaan beum sadar bahwa dirinya telah mati. Ia tidak sadar bahwa tubuh kasarnya telah tidak ada prana yang bisa menggerakkan organ dalam tubuh. Dan ketika ia ingin kembali masuk, tidak ada jalan untuk masuk, dan akhirnya ia gentayangan.

Hal ini bisa tidak terjadi bila si tali perak benar-benar putus dengan cara diperabukannya tubuh kasar.

Selama di tubuh halus masih kuat dan penasaran, bisa terjadi bila meninggalnya Penh dengan kemarahan, maka ia berupaya untuk mengubungkan diri dengan dunia manusia……

Ini hanyalah pandandan saya, bila pembaca mempunyai pandangan lain, itu juga suatu kebenaran……..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

three × 1 =

Scroll Up