Beda antara Mistik sejati dan ahli Surga/Neraka…

0 Ayur Hypnotherapy | Filsafat | Meditasi | Pengembangan Diri No Comments

Mistik Sejati

Mistik Sejati merasa  dirinya tidak tahu apa-apa. Mereka mengatakan: ‘Entah apa kesukaan-Nya, entah siapa yang disukai-Nya.’ (dikuti dari buku Kearifan Mistisisme by Anand Krishna)Pengakuan yang jujur dan penuh rasa cinta sejati. Bila mereka sudah tahu, maka mereka tidak peru lagi menyelami keagungan Nya. Mereka berhenti pada suatu titik atau keadaan. Ini berlawanan dengan hukum alam semesta. Alam ini tidak perch berhenti untuk berkembang. Dan ini telah dibuktikan oleh para pengamat ruang angkasa.

Dengan melakukan penyelaman pada sesuatu yang belum diketahui, maka banyak hal-hal yang menakjubkanj dijumpai. Bila seseorang pernah pergi ke statu daerah, maka tidak akan ada lagi yang membuatnya takjub atau terkejut. Keadaan ini membuat para mistik sejati begiet bergairah melakukan perjalanan ke dalam diri. Mereka bisa melihat keindahan yang disediakan bagi seluruh makhluk. Mereka bisa melihat sifat dan wujud yang sama di balik keberadaan semua makhluk atau benda di alam ini.

Ahli Surga/Neraka

Mereka inilah para munafikun. Seorang ahli kitab merasa dirinya mahatahu. Ia mengaku sebagai ahli surga tetapi menjelaskan neraka seolah itulah rumahanya. Seorang rahib menjelaskan sifat-sifat Tuhan seolah ia mengetahui segala sesuatu tentang Tuhan. (Kearifan Mistisisme).

Bila kita jeli, maka kan terlihat kejanggalan-kejanggalan dari para pengaku surga dan neraka. Mereka menceritakan suatu keadaan yang bertentangan. Di satu sisi mereka menjelaskan keadaan surga yang begini dan begitu. Padahal semua yang diceritakan hanya diperoleh dari isi suatu buku. Namun mereka berani mengutip dan disampaikan ke depan publik. Belum pernah berkunjung dan belum pernah mengalami tetapi berani mengaku tahu. Inilah ciri seorang munafik..

Kerugian

Mereka yang mengaku sudah tahu, tidak akan mau melakukan penggalian lebih dalam. Mereka akan berhenti pada suatu keadaan; inilah kerugian yang mereka tidak sadari. Merasa sok tahu membuat seseorang menjadi arogan dan menggurui. Tanpa disadari oleh mereka bahwa hal ini Amat sangat merugikan. Semakin besar ego semakin menjauhkan dari Sang Maha Sumber Agung.

Dalam suatu kitab peninggalan seorang suci disebutkan bahwa sesungguhnyalah orang dalam keadaan merugi. Namun tampaknya pesan ini tidak juga difahami oleh mereka yang mengaku sebagai pengikutnya. Akibatnya mereka terus membuat dirinya sebagai munafikun sejati. Golongan ini berhenti pada suatu titik kesombongan yang membuatnya semakin menjauhkan dari kemuliaan jiwa. Pikiran mereka tidak mengembang tetapi semakin mengkerut. Dan pada suatu saat akan mati…

Inilah kebiasaan buruk dalam diri kita; Mariah kita simak video yang menjelaskan cara menghentikan kebiasaan buruk:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

9 + 5 =

Scroll Up