Benarkah di alam mimpi?

0 Ayur Hypnotherapy | Inspirasi | Meditasi | Pengembangan Diri No Comments

Alam Mimpi

Saat kita tidur, kita berada di alam mimpi. Itu definisi yang umum kenal. Tanpa sadar sesungguhnya yang orang sebut sebagai dunia nyata, sesungguhnya tidak berbeda. Juga alam mimpi.

Di alam mimpi kita bisa berkeringat. Dan bagi kaum hawa, saat mimpi pun kita bisa ber’mimpi basah’. So, sejatinya yang kita sebut mimpi tidak beda dengan alam yang kita kenal dunia nyata. Keduanya hanyalah ciptaan pikiran kita sendiri. Karena seseorang lelaki tidak bisa terangsang tanpa memiliki imajinasi terlebih dulu bahwa yang akan dilakukan bisa menciptakan kenikmatan.

Tuhan

Kita terjebak oleh istilah Tuhan. Tanpa kita lepas dari alam dunia atau bumi ini, kita tidak bisa tahu bahwa sesungguhnya kita hidup di atas bumi. Begitu kita terbang tinggi lepas dari tanah, kita bisa melihat bahwa selama ini hidup di atas bumi. Bukankah juga demikian bahwa tanta sadar kita sesungguhnya hidup dalam Tuhan?

Tanpa kita lepas dai yang selama ini kita sebut Tuhan, bagaimana kita bisa tahu bahwa sesungguhnya ada Tuhan. So, selama ini kita begitu diperbudak bahwa Tuhan ada. Bukankah selama ini kita tidak pernah melihat Tuhan? Karena begitu bisa melihat, sejatinya kita terpisah.

Bukti Tuhan ada

Panas atau sinar Matahari membuktikan bahwa yang kita sebut matahari itu ada. Dengan kata lain, sesungguhnya keberadaan Tuhan itu pun dibuktikan bahwa kita eksis. Bisa tidak kita bayangkan bahwa jika tidak ada manusia, tidak ada yang berkata bahwa Tuhan ada. Tanpa kita sadar bahwa yang menyebutkan Tuhan ada atau tidak juga pikiran kita.

Bila kita benar-benar mengakui adanya Tuhan, kita juga mesti meyakini bahwa tidak satu pun benda atau makhluk bisa eksis di luar Dia. Karena tidak mungkin ada yang bisa hidup di luar Hyang MahaHidup.

Menduakan Tuhan

Selama kita masih mengatakan bahwa ini dari Tuhan dan itu bukan dari Tuhan berarti kita sudah menduakan Tuhan. Bahkan ketika minta perlindungan dari godaan setan kapada Tuhan. Kita anggap setan sejajar dengan Tuhan. Berarti ada dua individu yang sejajar. Bukankah tapa sadar kita sudah mengangkat derajat setan?

Demikian pula kita bisa menjadi penyembah berhala sejati.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

seventeen − 14 =

Scroll Up