Benarkah kita sudah hidup?

0 Ayur Hypnotherapy | Inspirasi | Meditasi | Pengembangan Diri No Comments

Sudah Hidup

Sudah hidup berarti kita juga menghidupi selain diri sendiri. Kita pikir kita sudah hidup, namun sesungguhnya belum. Sudah Hidup bermakna ada perkembangan dalam diri kita. Istilah kearifan lokal kita ‘Urip iku Urup‘. Bila kita hidup, maka kita mengalami suatu transformasi. Tidak stagnan.

Stagnan berarti mandeg di tempat. Tidak Move On. Kita lahir ke dunia untuk berkembang atau transformasi. Penyebab kelahiran ke dunia ini karena kita sakit. Sakit yang disebut ‘tumor’. So, masalahnya ada dalam diri kita; Bukan pada lingkungan kita. Bila bibit ketidaktahuan ini dipelihara, artinya kita belum hidup.

Memilah dan Memilih

Bila kita sudah hidup, maka bagian otak kita yang disebut neo-cortex sudah berkembang atau mulai hidup. Bila kita mau belajar dari penyebab utama Kelahiran, maka kita tidak hidup sia-sia. Sesungguhnya ketika masih dalam kandungan, kita memiliki kesadaran apa yang harus dilakukan pada kehidupan saat ini.

Memilah berarti kita tahu tentang perbuatan tepat dan tidak tepat. Tentu tepat bagi pengembangan evolusi kesadaran. Bila kita memiliki Kemampuan memilah dan kemudian memilih semata demi keinginan untuk transformasi diri, berarti kita sudah hidup. Mengubah diri menjadi makhluk mulia adalah tujuan kelahiran di bumi.

Kematian

Kematian bermakna tidak ada perkembangan atau tetap sama. Bagi para pejalan spiritual, Kematian berati bila seluruh kesadaran kita belum beranjak dari segala sesuatu yang bersifat materi. Materi membuat diri tidak lagi peka terhadap kehidupan atau perkembangan sekitar.

Kematian juga berarti kita tidak lagi peduli tentang situasi lingkungan. Kita hanya memikirkan golongan, serta kelompok sendiri. Kita belum memiliki kepekaan terhadap lingkungan. Kita tidak atau belum sadar bahwa hidup kita tergantung pada lingkungan. Termasuk bila kita tidak peka akan kebutuhan beribadah orang lain. Dalam hal ini, tanpa kita sadar sebenarnya kita mengatakan ajaran nabi yang kita percayai.

Peduli terhadap lingkungan adalah perilaku para pejalan spiritual. Dengan memperhatikan keadaan lingkungan sesungguhnya kita juga memberikan kehidupan bagi sesama makhluk. Para meditator sejati bukanlah duduk di puncak gunung dan di dalam gua. Berkarya di pasar dunia adalah pejalan para meditator…….

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 × four =

Scroll Up