Benarkah setiap orang unik?

0 Filsafat | Inspirasi | Meditasi | Pengembangan Diri No Comments

Orang Unik

Orang unik, ya, setiap orang memiliki sifat dan emosi yang pasti berbeda. Yang membentuk sifat dan emosi seseorang adalah karma yang dimilikinya. Oleh karena itu perbedaan menjadi suatu keindahan; dan inilah yang membuat dunia menjadi hidup.

Mungkin ada yang mengatakan bahwa setiap orang sama. Ya, bentuknya memang sama, tetapi tidak dengan sifat dan perilakunya. Yang sama adalah Jiwa yang menghidupinya. Jiwa individu yang menghuni atau menghidupi pikiran, badan serta perasaan adalah dari sumber yang sama. Bagaikan cahaya matahari juga berasal dari matahari yang sama. Tubuh kita bagaikan rumah. Rumah menjadi terang bila ada sinar matahari. Di luar rumah ada cahaya matahari yang memberikan sinarnya ke dalam rumah. Sinar Inilah Jiwa Individu.

Setiap orang unik akan memberikan warna yang beda dałam kehidupan. Bagaikan daun pada suatu pohon, tidak ada satu pun daun yang sama persis. Memang bentuk dan warna sama, tetapi pastilak berbeda setiap daunnya. Seperti inilah orang unik.

Masa depan bangsa

Ingat pesan pencipta lagu Indonesia Raya, lagu kebangsaan kita:

‘Bangunlah jiwanya Bangunlah badannya’

Jiwa suatu bangsa adalah pendidikan. Dan bukanlah masalah kepintaran yang membuat suatu bangsa akan tetap eksis di muka bumi, tetapi karakter atau perilaku yang selaras dengan alam.

Badan yang dimaksudkan di atas adalah negara ini. Suatu negara tidak akan bertahan bila tidak dibangun di atas pendidikan yang memiliki karakter yang berbudaya.

Di beberapa negara maju seperti: Australia dan Jepang, penerimaan pegawai bukan lagi didasar atas kepintaran, tetapi lebih diutamakan pada karakter yang dimiliki oleh calon pegawai.

Intelektual

Intelektual adalah pola pikir yang berlandaskan kepintaran dari banyaknya ilmu pengetahuan yang diperolehnya. Pada umumnya, semakin banyak ilmi pengetahuan seseorang tidak sejalan dengan perkembangan karakternya. Kita sudah melihat banyak kejadian sekitar kita. Yang paling membekas dalam ingatan saya adalah ketika seseorang yang berpendidikan tidak tinggi memimpin Kementrian Kelautan dan Perikanan.

Sebelumnya, lembaga ini dipimpin oleh profesor dari lembaga tinggi pendidikan ternama. Tetapi setelah dipimpin oleh seorang yang pendidikannya jauh di bawah sang profesor, banyak hal yang dicapai. Inilah contoh pemimpin yang barkarakter.

Begitu sang pemimpin yang berkarakter digantikan oleh seseorang yang katanya pintar, kita bisa membaca beritanya. Kejadian pada bulan Nopember/Desember 2020. Dua menteri A dan B…….

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 × 4 =

Scroll Up