Berbuat baik semata bagi kebaikan diri sendiri jua…..

0 Ayur Hypnotherapy | Kesehatan | Meditasi | Pengembangan Diri No Comments

Ceria suara burung ceria juga hati insan. Sang burung mengoceh menyuarakan keceriaannya sebagai tanda syukur karena lahir di bumi yang indah. Setiap kelahiran manusia atau sebagai hewan merupakan berkah laku evolusi jiwa. Darimana asal jiwa? Tiada seorangpun tahu. Untuk apa tahu darimana jiwa berasal?

Tiada sedikitpun mantaat jika pun tahu, bahkan mendatangkan musibah. Mengapa? Karena merasa tahu sangat berbahaya bagi perkembangan diri. Ego semakin menguat. Saat ego menguat, saat itu pula lupa diri akan tujuan keberadaan di bumi. Bumi hanya sebagai tempat persinggahan sesaat. Syaratnya hanya satu: tidak melibatkan emosi saat berada di bumi.

Semestinya manusia bersyukur akan kesempatan berada di bumi. Suatu peluang emas pemberian alam semesta. Keyakinan bahwa setiap insan berada di bumi dengan bekal yang memadai mesti dimunculkan dalam pikiran. Kemurahannya tidak diragukan. Ibaratnya orang tua kita yang kaya raya, mungkinkah mengirimkan anaknya ke suatu tempat tanpa bekal yang memadai selam perialanan? Tidak mungkin bukan? Bukankah Tuhan Maha Kaya? Manusia adalah khalifah Tuhan di muka bumi.

Khalifah pemilik semesta untuk mengagungkan kebesarannya di bumi. Untuk berbagi rahmat bagi sesama makhluk hidup. Berbagi rahmat bagi lingkungan. Kita sering lupa akan tugas ini. Tugas nan mulia.

Sebagai wakil pemilik semesta, di dalam diri seharusnya tertanam kebanggaan dan rada syukur. Tidak mudah evolusi ketika jadi manusia.

Syukuri yang diterima, maka keinginan mintapun berhenti. Selama ini, kita lupa bersyukur terhadap keadaan kita. Kita selalu saja merasa miskin. Mau bukti? Hampir semua agama mengajarkan untuk minta ini dan itu kepada Tuhan. Memangnya Tuhan adalah bank yang menyimpan duit bapak moyang kita?

Coba amati keadaan kita saat ini. Mungkin ada yang menjawab, saya tidak punya uang saat ini. Tetapi kita lupa bahwa kita dapat membaca tulisan ini. Artinya, kita masih diberikan anugerah kesehatan. Jika badan sehat, kesempatan untuk mencari rejeki masih ada. Satu hal yang dibutuhkan: Keterbukaan hati.

Badan yang sehat dan pikiran ceria tidak selalu mengeluh merupakan modal utama untuk mengais rejeki. Rasa selalu bersyukur menjadikan wajah seseorang bersinar. Ditambah pikiran yang bersih dari iri hari dan cemburu. Pikiran cemburu karena keberuntungan orang lain menjadikan blokade bagi diri sendiri.

Pikiran-pikiran yang tidak mensyukuri keadaan kita menjadi penghalang aliran energi ilahi. Pikiran yang tidak selaras dengan alam. Pikiran yang selaras dengan alam itu bagaimana?

Pikiran yang selaras dengan alam adalah cara berpikir yang selalu bersyukur. Jikapun ada yang mau menipu, bersyukurlah. Mereka yang mendzolimi kita sedang menggali kuburnya sendiri. Namun bukan berarti didiamkan, perbuatan mereka perlu diingatkan. Peringatan ini merupakan ungkapan rasa kasih dan kepedulian. Bagaikan peringatan seorang tua terhadap anaknya saat si anak bermain pisau.

Beritahukan pada mereka bahwa perbuatan yang berdampak merugikan dirinya sendiri. Perbuatan itu menjadi hijab yang berakibat keterputusan aliran energi ilahi ke dalam dirinya. Atau berikan penjelasan bahwa pikiran negatif yang diciptakan berdampak pada perusakan diri sendiri. Banyak hasil penelitian membuktikan hal ini.

Berbuat baik terhadap orang lain berarti menyayangi diri sendiriā€¦..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

5 × 4 =

Scroll Up