Berdayakan diri sendiri

0 Filsafat | Inspirasi | Meditasi | Pengembangan Diri No Comments

Berdayakan diri

Berdayakan diri sendiri agar tidak selalu mengkambinghitamkan Tuhan. Kita selalu saja mencari kambing hitam bila gagal. Padahal si kambing hitam pun sudah habis. Dari buku Live Love Laugh by Maharshi Anand Krishna:

“Hola, Tuhan tidak adil….. Aku butuh pekerjaan, Ia berikan pekerjaan buruk…… Aku minta istri, Ia berikan yang paling bodoh…… Aku butuh…….”

“Siapa suruh untuk menyerahkan semuanya kepada Tuhan. Ia memberikan otak kepadamu, dan kau tidak vernäh menggunakannya.”

MORAL: Berdayakan diri mu, gunakan otakmu, berhentilah merengek untuk segala sesuatu.

Otak

Ya, kita sering melalaikan pemberian otak oleh Tuhan. Kita hanya seperti seorang pengemis, selalu minta kepada Dia yang telah memberikan segalanya sebagai bekal hidup. Mungkin banyak yang komplain tentang terjadinya bencana, tetapi. bukankah semua kejadian juga karena ulah kita sendiri?

Karena ketidakpuasan kita sehingga terjadi bencana. Banjir juga sebagai akibat ketidakpedulian terhadap lingkungan. Selain untuk menambah kenyamanan indrawi, gunakan juga otak untuk menghindarkan bencana. Kita banyak menggunakan otak untuk mengejar kenyamanan indrawi. Kita sering lupa bahwa setiap sebab yang kita ciptakan pasti memberikan akibat.

Sesungguhnya bila selalu minta kepada Tuhan, kita tidak bersyukur atas segala pemberian-Nya yang melimpah.

Tuhan Manajer buruk

Itulah yang dikomplainkan oleh teman si Hola dalam buku LIVE LOVE LAUGH juga:

“Ketika aku mengamati semuanya, Hola, Aku data menyimpulkan bahwa Tuhan bukanlah manajer yang baik, dunia ini dalam kekacauan total.”

“Berhentilah mengeluh, Ia menciptakan dunia ini dan memperkerjakanmu sebagai manajer. kau tidak bekerja Dengan baik.”

MORAL: Tuhan telah berinvestasi dalam dirimu, buktikan kemampuan dirimu!

Dengan mengabaikan alam dan tidak menghormati, kita sedang menciptakan bencana. Menghormati berarti menyayangi dengan cara merawat alam.

Gunakan otak bukan hanya untuk mengejar kenyamanan indrawi namun juga untuk merawat alam agar kita juga tetap dirawat oleh alam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

one × 3 =

Scroll Up