Budaya asli menunjang hidup modern

0 Filsafat | Inspirasi | Meditasi | Pengembangan Diri No Comments

Budaya Asli

Budaya asli kita satu dan sama untuk semua warga bumi. Untuk memahami budaya asli, kita harus tahu dengan tepat makna sesungguhnya dari budaya. Budaya asli kita adalah hidup selaras dengan alam. Dengan kata lain sesungguhnya budaya harus menunjang keselarasan hidup demi kebaikan seluruh umat manusia.

Hidup modern bisa berlangsung dengan baik bila kita tidak mengorbankan budaya yang melestarikan kehidupan ini. Hidup modern tidak dilarang, karena memang teknologi dibutuhkan juga untuk berbagi pengetahuan yang bermanfaat bagi kita semua.

Gaya hidup Modern

Banyak para pelaku spiritual menganggap bahwa hidup secara modern bertentangan dengan laku spiritual. Namun sesungguhnya hidup modern bisa tetap dijalankan selama kita tidak meninggalkan budaya yang bersifat langgeng.

Karena merasa hidup modern, banyak pelaku spiritual yang meninggalkan kehidupan duniawi kemudian hidup di hutan. Bagi kelompok ini seakan dengan meninggalkan hidup secara modern bisa lepas dari kebendaan. Kita akan tetap terikat, karena memang gaya hidup modern semakin dibutuhkan. Yang harus dihindari adalah terciptanya keterikatan dengan alam benda.

Ada sebagian juga para pelaku spiritual menganggap bahwa uang tidak dibutuhkan. Kita lupa bahwa yang adalah energi. Tanpa adanya uang, kita tidak bisa hidup untuk berbagi. Bagaimana kita bisa tetap berbagi tanpa terbebani?

Keterikatan

Kata ini yang tidak bisa dimengerti oleh sebagian besar para spiritualis. Sudut pandang kelompok ini sudah memiliki cara pandang yang menganggap bahwa segala kegiatan mesti gratis. Mereka anggap hidup modern dengan menggunakan teknologi sehingga bisa berbagi dengan jangkauan lebih luas tidak butuh biaya. Yang dilupakan oleh arogansi ego adalah bahwa istilah ‘No free for lunch’ dilupakan. Melupakan istilah ini membuat ego semakin kuat. Kita belum memahami cara keja alam benda.

Keterikatan bisa juga terbentuk ketika kita merasa paling benar dengan membebaskan segala biaya. Inilah ego spiritual. Rasa bahwa kelompoknya atau groupnya paling benar. Ketika merasa bahwa karena GROUPKU paling bisa berbagi tanpa biaya, saat itu keterikatan dimulai. Kelompok ini lupa bahwa terbentuknya ego sangat halus.

Di atas segalanya, saat ini kita hidup di panggung dunia yang penuh warna-warni gaya hidup.

Hiduplah secara gaya modern, namun kita senantiasa berpikir dengan budaya asli yang tidak lekang oleh waktu alias abadi.

Spiritual membebaskan kita dari belenggu keterikatan ego. Penolakan terhadap sesuatu yang tidak dimengerti membuat wawasan kita semakin sempit.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

4 × three =

Scroll Up