Cara Meditasi tepat….

0 Meditasi No Comments

Dapat dipastikan akan banyak pertanyaan, ‘Mengapa harus disebutkan cara meditasi yang tepat?’ Bukan cara meditasi yang benar?

Benar atau paling benar bisa diklaim oleh siapa saja, tetapi kata ‘tepat’ dimaksudkan sesuai dengan kebutuhan. Semua cara meditasi benar, tetapi hanya satu cara meditasi yang tepat. Benar cara meditasi sesuai dengan penafsiran dan keinginan masing-masing.

Dalam hali ini, kita harus memahami apakah definisi meditasi terlebih dahulu. Bagi saya yang belajar meditasi di sini, saya amat membutuhkan cara meditasi ala Anand Krishna. Dan ini cara meditasi yang tepat sesuai definisi yang diberikan oleh Svami Anand Krishna. Menurut Bapak Anand Krishna, meditasi adalah hidup berkesadaran. Berkesadaran memiliki makna: ‘Perlakukan orang ain sebagaimana dirimu ingin diperlakukan.’

Kata ini sesuai dengan jargon: ‘Be Joyful and share your Joy with others

Hiduplah ┬ádengan ceria, tetapi keceriaanmu juga harus bisa membuat orang lain ceria. Jika hanya kata ceria yang kita tekankan berarti baru 50% hidup dengan tepat. Bagaimana orang lain? Bisa mereka merasakan keceriaan kita sehingga mereka juga bisa hidup dengan ceria. Ini sesuai dengan filosofi Jawa: ‘Urip iku urup’ Hidup itu juga harus bisa membuat yang lain hidup. Bukan hanya ceria atau hidup sendiri sementara orang lain menderita karena cara hidup atau keceriaan kita.

Meditasi adalah latihan duduk diam. Hasil meditasi adalah hidup secara meditatif atau berkesadaran. Untuk itu dibutuhkan cara meditasi yang tepat sehingga mereka bisa hidup secara meditatif. Sebelum kita mengikuti suatu padepokan atau perorangan yang mengajarkan meditasi, kita harus mengetahui tujuan dari meditasi tersebut. Jika meditasi pada akhirnya membawa manusia ke arah luar diri, ini bukan cara meditasi yang tepat.

Cara meditasi yang tepat seharusnya membawa seseorang bisa melakukan perjalanan ke dalam diri atau ‘inner journey.’ Perjalanan ke dalam diri akan mendorong kita mengenali jati diri sendiri. Kenalilah DIRI mu maka kau kenal Tuhanmu. Jargon ini sudah dikenal lama sekali. Cara meditasi yang mengajak atau menarik ke luar diri semakin menjauhkan manusia dari Keilahian dirinya. Semakin menjauhkan diri dari tujuan hidup.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

seventeen − two =

Scroll Up