Cara mengakhiri penderitaan

0 Inspirasi | Jurnal | Meditasi | Pengembangan Diri No Comments

Mengakhiri Penderitaan

Kata ‘Mengakhiri Penderitaan’ bararti tiada orang lain bisa menyelesaikan penderitaan kecuali kita sendiri. Ya, penderitaan bukan disebabkan oleh orang lain, kita sendiri yang menciptakannya. Jangan serahkan remote control diri kita pada orang lain. Yang mengalami penderitaan adalah perasaan atau emosi kita.

Kita lupa bahwa emosi juga berarti Energy in motionEnergi adalah emosi perasaan. Dan energi yang ada dalam diri kita tidak stabil. Energi yang terus berubah, karena kita pada umumnya belum terbiasa mengakses atau mekoneksikai diri denga energi Abadi. Para resi dan para suci sudah terbiasa atau bahkan selalu berenang dalam kolam energi Abadi. Mereka melarutkan diri.

Bahan Dasar

Para suci, avatar atau seseorang yang turun dari ketinggian, utusan atau siapa pun yang pernah mengalami energi abadi sadar sesadar-sadarnya bahwa mereka berasal dari Bahan dasar yang sama. Inilah bedanya, kita secara umum mengidentifikasikan diri dengan tubuh, indrawi atau perasaan. Sering kita tanpa sadar mengatakan: ‘Sakit perasaanku…..’

Kita tidak sadar akan bahan baku kita adalah dari Dia yang Abadi tidak terpengaruh. Dia bagaikan layar bioskop. Bioskop atau film selalu bergerak bagaikan emosi kita yang terus berubah. Ketika di bawah, kita menderita. Bila energi di level atas, kita bisa mengakhiri penderitaan. So, ini cara mengakhiri penderitaan:

Wahai Nanak, demikian berakhirlah segala duka dan penderitaan para panembah; berkembanglah mereka senantiasa , dan kebahagiaan sejati pun diraihnya dengan mudah. (Buku Alpha & Omega by Anand Krishna)

Move On

Kita harus selalu berkembang; tidak stagnant pada keadaan masa lalu. Ketika kita menderita sesungguhnya kita belum Move On dari suatu titik keadaan/kondisi.

Emosi

Ya, dengan terus berkembang atau bergerak kita menjadi manusia sejati; sejatinya manusia. Janganlah melupakan tujuan utama kita yang satu dan sama. Bukanlah hal lain.

Dengan terus berkreatif atau berbagi sesuatu yang bermanfaat bagi sesama, terutama berbagi yang bisa membuat teman semakin memahami diri sendiri semakin membuat diri berkembang.

Ketika para avatar atau para suci memahami bahwa Diri Sejati adalah Bahan baku pembentuk alam, maka tiada lain yang bisa dibagikan adalah cara mengakhiri penderitaan; senantiasa berkembang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

11 − eight =

Scroll Up