Ciri – Ciri Guru Sejati

0 Filsafat | Inspirasi | Meditasi | Pengembangan Diri No Comments

Guru Sejati

Guru Sejati adalah seseorang yang mengajarkan Brahma Vidya, pengetahuan sejati. Pengetahuan tentang diri sejati. Untuk itu perlu dialami atau dilakoni. Seorang master sejati akan memberitahukan cara memenggal ego. Karena tanpa adanya pemenggalan ego, pertemuan antara jiwa individu dan Sang Maha Jiwa tidak akan terjadi. Ego ini memiliki banyak lapisan.

Lapisan paling luar adalah tubuh. Banyak orang membanggakan keindahan tubuh atau wajah. Dan bila hilang keindahan tubuh atau wajahnya rusak, ia merasakan dunia kiamat. lapisan ke dua adalah lapisan energi atau prana. Sebagian orang merasa hebat bila memiliki energi atau tenaga yang hebat. Kesaktian dan kedigdayaan menjadi bagian lapisan energi. Yang ke-tiga lapisan emosi/pikiran. Banyak orang membanggakan kepintarannya. Tiga lapisan ini harus dipenggal.

Peran Guru Sejati

Dalam artikel yang dituliskan oleh Anand Krishna pada majalah Raditya dituliskan bahwa peran seorang Master Sejati adalah membentuk siswa atau shisya menjadi pemata yang indah. Untuk itu, ada beberapa hal yang harus dilakukan oleh seorang penempuh jalan spiritual sejati:

  1. Melayani Guru. Seorang sadhaka (pencari kebenaran) harus memfokuskan seluruh perhatiannya pada pelampauan ego dengan cara melayani Guru dengan penuh bhava (kesungguhan hati). Demikian kanker ego-individualitas lenyap dengan sendirinya.
  2. Ketaatan pada petuah Guru; Hanyalah seorang shisya sejati yang kelak menjadi Guru Sejati. Ketaatan pada titãs Guru sesungguhnya hanyalah membantu para shisya untuk mencabut ego dari akarnya;
  3. Janganlah meniru mereka yang maunya bersenang-senang saja; Banyak sekali individu-individu seperti itu, yang kemudian menganggap dirinya sudah meraih pencerahan. Janganlah mengikuti jejak mereka.
  4. Penyerahan diri dan anugerah; Tidak ada anugerah tanpa penyerahan diri, namun penyerahan diri yang dimaksud bukanlah sekedar retorika atau menundukkan kepala dan membungkukkan badan saja. Penyerahan diri yang dimaksud adalah penyerahan segala kebiasaan dan gaya hidup lama yang tidak menunjang pengembangan atau evolusi diri. Dengan menyerahkan semua itu, barulah seorang shisya mendapatkan anugerah.
  5. Memahami ajaran Guru. Setiap shisya adalah unik, maka ajaran seorang Guru Sejati selalu spesifik dan tepat  bagi setiap siswa. Belajarlah dari apa yang terucap oleh Guru, juga dari gerak-geriknya dalam keseharian hidup. Janganlah sekali-kali membahas ajarannya yang diberika secara spesifik kepada masing-masing shisya,  hal itu hanya menciptakan gosip yang tidak berguna pun menimbulkan keraguan dan mengakhiri Guru-Shisya.
  6. Selalu siap menghadapi ujian dari Guru; Dan, kadang ujiannya bisa terasa sangat sulit. Namun, jangan khawatir, ia tahu persis kemampuan dari kita masing-masing.

Seorang guru tidak ada kepentingan untuk disembah atau dipuja. Pemujaan terhadap seorang guru sejati semata sebagai cara bagi seorang siswa sejati untuk memenggal ego yang menghalangi pencapaian kemuliaan. Ego inilah hijab atau penghalang pertemuan agung yang menjadi tujuan utama kelahiran. Inilah peran Guru dalam kehidupan para pencari kebenaran sejati. Tanpa penerimaan kehadiran seorang guru dalam kehidupan saat ini, maka lewatlah kesempatan meraih kebahagiaan sejati.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 × 4 =

Scroll Up