Derma Utama

0 Ayur Hypnotherapy | Filsafat | Meditasi | Pengembangan Diri No Comments

Derma Utama

Derma berarti berbagi sesuatu. Dan Derma Utama berarti berbagi sesuatu yang penting atau utama. Mereka yang telah memahami hal yang utama atau sangat penting adalah yang telah memahami tujuan utama keberadaan manusia di bumi ini. Kelahiran manusia di bumi adalah suatu berkah yang luar biasa. Dan pada umumnya kebanyakan dari kita mengabaikan berkah ini.

Ini tampak dari segala hal yang dilakukan oleh manusia. Kesalahan identifikasi diri. Kurangnya pemahaman identifikasi diri membuat manusia lupa tujuan sebelum lahir di bumi. Pada umumnya kesalaha identifikasi diri disebabkan oleh bentukan lingkungan. Sementara, kita lahir di dalam lingkungan yang belum atau bahkan sama sekali mengabaikan tujuan utama kelahirannya.

Oleh sebab leluhur Nusantara mewariskan sesuatu yang bernilai luhur bagi evolusi kesadaran kita melalui buku Sãra Sammucaya, bukunya bisa diperoleh di sini.

Derma Abhaya 

Derma Utama adalah derma ‘Abhaya’ – membuat sesama makhluk bebas dari rasa takut, dengan cara tidak menyakiti siapa pun. Seseorang yang berderma, sudah pasti terbebaskan pula dari rasa takut dan dicintai oleh sesama makhluk. 

Rasa takut timbul karena tidak memahami kesejatian dirinya. Berderma dengan penuh keutamaan berarti berbagi yang selaras dengan tujuan keutamaan manusia; Kemanusiaan. Inilah kebajikan utama. Dengan kata lain, sesungguhnya mereka yang bisa berbagi keutamaan tersebut adalah seseorang yang telah mengalami bahwa kebahagiaan sejati bukan diperoleh dari kenyamanan indrawi.

Banyak dari kita mengartikan bahwa keberanian adalah ketika kita bisa membuat orang lain tunduk pada keinginannya. Sebaliknya lah bahwa mereka yang melakukan hal ini hanya membuktikan bahwa dirinya masih hidup dalam ketakutan. Sama sekali ia belum bebas dari rasa takut. Bahkan sebenarnya ia hidup dal penjara ketakutan yang dientuk oleh lingkungan yang juga dipenjarakan oleh rasa takut.

Sok’ Bijaksana

Dalam Bhagavad Gita dituliskan:

“Daripada membunuh guru dan orangtua yang sepatutnya kuhormati, lebih baik hidup sebagai pengemis dengan meminta-minta; kenikmatan dunia apa yang akan kuperoleh dengan membunuh mereka? Kenikmatan duniawi yang ternoda oleh darah mereka – itu saja.”

Rasa ketakutan atau kepengecutan yang ditutupi oleh kata yang ‘Sok’  bijaksana. Kita bisa mendeteksi keadaan seperti ini dengan mudah di sekitar kita saat ini… Padahal sesungguhnya orang seperti ini belum memahami dan melakoni hidup dalam kebijaksanaan.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

18 − one =

Scroll Up