Dunia inilah tempat Ibadah

0 Ayur Hypnotherapy | Filsafat | Meditasi | Pengembangan Diri No Comments

Tempat Ibadah

Bagi yang sibuk membangun tempat ibadah belum memahami kehidupan. Ibadah berarti menyembah atau memuliakan sesuatu yang membuat diri sendiri mulia. Tidak ada gunanya ucapan yang baik atau mulia tanpa laku. Pemahaman kemuliaan yang tidak dilakoni dalam kehidupan nyata hanya mengembangkan atau menyembah ego.

Banyak pengetahuan tanpa dilakoni tidak beda menyimpan makanan namun tidak dikonsumsi. Pada akhirnya menjadi busuk. Dan kita barang busuk akan berubah menjadi racun yang pada akhirnya membuat sarang penyakit. Keadaan seperti ini berulang kali terjadi di dunia nyata. Itulah hukum alam. Pengulangan dan pengulangan….

Pembangunan tempat ibadah hanya menunjukkan bahwa pemahaman tentang kemuliaan sangat sempit. Kita jarang berupaya untuk mengembangkan tempat ibadah yang berupa bangunan meluas dan meluas menjadi seluas dunia ini…

 

Pemahaman Bodhidharma

Dalam buku Zen sebagaimana Dilakoni oleh: Bodhidharma by Anand Krishna:

Ketika kita baru memahami konsep-konsep seperti itu, sesungguhnya masih ada yang dipahami, ada yang dipahami, dan ada pula pemahaman itu sendiri. Bukan dualitas lagi, tetapi masih ada trilitas.

Umumnya, saat kita Baru memahami, kita sudah menjadi egois, merasa diri kita HEBAT. Padahal belum apa-apa. Alhasil pemahaman yang kita peroleh pun hilang, menguap. Kita mesti memulai perjalanan dari titik awal.

Pemahaman dan Kesadaran yang BETUL menuntun kita  pada perubahan transformasi total dalam diri kita, dalam cara berpikir, berperasaan, berucap, dan bertindak. Dengan bekal pemahaman yang betul, kita tidak lagi sibuk memikirkan kepentingan diri, keluarga, dan kerabat saja. Kita mulai memikirkan kepentingan setiap makhluk.

Kita mulai melayani sesama. Kita akan menyayangi sesama makhluk hidup, bukan sesama manusia saja. Kita beramal saleh, berdania punia dengan semangat melayani.

 

Melayani Tuhan  

Melayani Tuhan merupakan dampak dari adagia hidup meditatif sebagaimana yang dipahami oleh Bodhidharma. Ia menjadikan dunia ini menjadi tempat ibadah. Ia tidak lagi sibuk membangun rumah-rumah ibadah yang pada akhirnya menjadi berhala yang tidak lagi menjadikan dunia dalam kedamaian.

Setiap orang dengan kepercayaan tertentu dengan sendirinya akan menjadikan tempat ibadahnya paling baik dan paling benar. Ego seperti ini yang mengkontakkan pikiran atau pemahaman kita menjadi ego yang memecah belahan persatuan dan kesatuan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

three × one =

Scroll Up