Durasi meditasi…….

0 Filsafat | Meditasi | Pengembangan Diri No Comments

Durasi Meditasi 

Durasi meditasi berarti lama waktu yang dibutuhkan untuk meditasi. Durasi yang tepat amat sangat penting untuk mendapatkan manfaat yang optimal dari meditasi. Sebagaimana jumlah makanan yang kita konsumsi, terlalu banyak juga tidak nyaman bagi perut. Terlalu sedikit perut masih merasakan lapar. Moderat atau sedang-sedang, itulah makna kata tepat dalam memutuskan durasi untuk melakukan meditasi agar mendapatkan hasil yang optimal.

Kita harus memahami istilah meditasi terlebih dahulu. Meditasi yang selama ini kita kenal adalah duduk diam. Ada yang berpendapat bahwa semakin lama duduk diam akan menghasilkan manfaat. Apakah hal ini benar?

Kita harus memahami bahwa segala sesuatu yang terlalu banyak tidak akan baik bagi tubuh kita. Bahkan yang kita katakan baikpun, bila terlalu banyak akan berakibat buruk. Air baik bagi tubuh, tetapi bila terlalu banyak akan meracuni tubuh kita. Tubuh membutuhkan keseimbangan. Demikian pula meditasi yang kita kenal selama ini, duduk diam.

Yang dibutuhkan bagi kita semua adalah output atau hasil nyata meditasi. Bila durasi meditasi selama beberapa jam, benarkah memberikan manfaat? Yang harusnya terjadi adalah output yang berupa HIDUP MEDITATIF. Hidup méditatif berarti hidup berkesadaran. Sadar akan tujuan utama kehidupan; Terjadinya transformasi dari intelektual menjadi intelejensia atau buddhi. Sebagaimana yang sudah kita bahas dalam banyak tulisan, intelejensia memiliki makna selaras dengan sifat alam. Bila hal ini terjadi, kita tidak lagi hidup di bawah kendali nafsu atau kenyamanan panca indra. Kita bisa hidup bahagia. Inilah kebahagiaan sesungguhnya. Tidak bergantung pada kenyamanan palsu indrawi.

Manfaat Rileksasi Meditasi

Postur duduk diam dalam meditasi sebagai latihan spiritual atau sadhana harus sesuai dengan salah satu postur Yoga. Yoga berarti disiplin untuk melakukan latihan spiritual. Salah salah dari 8 anga atau bagian sebagaimana pengertian dari Maestro Yoga, Begawan Patanjali adalah asana atau satu postur yang firm dan nyaman. Nyaman berarti tidak menyiksa tubuh kita. Segera sesudah kita melkukan setiap postur, kita akan mengalami rileksasi secar otomatis. Rileksasi ini sangat penting. Rileksasi secara alami ini akan mengubah intelektual menjadi intelejensia.

Dahulu sebelum saya melakukan praktik, saya tidak memahami manfaat rileksasi sebagaimana tersebut di atas. Namun seiring dengan praktik yang saya lakukan, saya merasakan terjadinya transformasi. Dan ternyata sebagai output dari rileksasi, walaupun hanya sesaat. Sesaat demi sesaat akan menjadi banyak.

Untuk lebih jelasnya, mari kita simak video singkat di bawah ini:

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

six − 5 =

Scroll Up