Esensi Agama menyatukan, Ritual memecah belah

0 Filsafat | Inspirasi | Meditasi | Pengembangan Diri No Comments

Esensi Agama

Esensi agama adalah tujuan utama agama yaitu membuat orang sadar bahwa semua satu adanya. Intisari agama: ‘Perlakukan orang lain sebagaimana diri Anda ingin diperlakukan’ Hidup keberagamaan mejadi ibdah bagi mereka yang menyatakan dirinya sebagai penganut kepercayaan atau keyakinan tertentu.

Budhi atau intelejensia adalah hasil dari esensi agama. Mereka yang telah menggunakan budhi sebagai landasan segala perbuatan tidak lagi melihat ritual sebagai sesuatu yang penting dilakukan. Mereka telah melampaui segala ritual. Spiritual mungkin juga bermakna: ‘Sepi dari ritual’.

Simbol sebagai pembeda

Sumber Keributan

Bahkan para nabi pun sesungguhnya tidak memiliki agama. Karena para nabi atau suci bukan orang sakit. Oleh karena itu mereka tidak ,mengajarkan agama. Yang mereka sampaikan adalah ‘Kabar Bahagia’ Para suci menyadari bahwa yang pernah disampaikan para pendahulunya tidak beda dengan yang disampaikan pada masanya.

Segala yang dimiliki oleh para utusan adalah esensi agama. Adapun ritual yang disampaikan menyesuaikan dengan kebiasaan setempat. Oleh karenanya sesungguhnya yang disampaikan oleh para suci tidak berlaku di daerah lain. Sayangnya, karena esensi agama tidak atau belum bisa dimengerti oleh para pengikutnya, maka paling mudah berpegang pada kulit luar. Dan inilah sumber kericuhan.

Darah sama warna

Apapun warna kulitnya, warna darah tetap sama;merah. Kulit dan bentuk tubuh beda karena tampak luar, namun darah tidak terlihat. Darah adalah esensi hidup, demikian pula kasih sebagai esensi agama. Karena rasa kasih, maka seseorang tidak bisa memperlakukan orang lain sebagaimana dirinya ingin diperlakukan.

Hanya dengan meditasi seseorang bisa memiliki rasa empati terhadap sesamanya, termasuk manusia serta lingkungannya. Ketika seseorang menutup mata untuk melakukan perjalanan ke dalam diri, sesungguhnya mereka dengen sadar memutuskan hubungan dirinya dengan dunia luar. Bagian lucarna boleh beda, namun ketika menutup mata dan bisa melampaui pikiran bisa merasakan esensi kehadiran-Nya. Latihan berikut akan sangat membantu untuk……….

Pengembangan Rasa

Setiap orang memiliki daya tidak terbatas untuk menembus alam keheningan diri. Yang dibutuhkan adalah bela yang tak lekaug zaman, keinginan untuk menggali Jati Diri.

Semakin sering melakukan perjalanan ke dalam diri semakin sadar akan kemampuannya yang tidak terbatas…

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 × one =

Scroll Up