Guru Sejati Sang Penyembuh

0 Filsafat | Inspirasi | Meditasi | Pengembangan Diri No Comments

Sang Penyembuh

Sang Penyembuh sejati adalah seorang Guru Sejati. Keberadaan kita di dunia ini karena sakit. Sesungguhnyalah bahwa dunia benda ini merupakan tempat bagi para sakit untuk menjalani terapi untuk menuju kesembuhan. Dalam ketidaksadaran diri, kita anggap kita orang sehat. Anggapan seperti ini tidak beda dengan passion RS Jiwa. Tiada satu pun dari mereka mengaku bahwa mereka sedang sakit.

Dengan kata lain, sesungguhnya yang sakit adalah pikiran kita. Bukankah anggapan merupakan produk dari pikiran?

Hal ini bisa terlihat dari perbuatan-perbuatan kita. Perbuatan dari ungkapan ucapan. Ucapan bermula dari pikiran. So, bila pikiran kita sakit, maka tak pelak lagi perbuatan kita tidak tepat atau senantiasa membuat kekacauan.

Bukti

Mungkin banyak dari kita akan menyangkal bahwa kita semuanya orang sakit. Tidak sulit membuktikan bahwa kita sering sekali melakukan perbuatan tidak sadar. Ketika terjadi bencana banjir atau longsor, pernahkah kita berpikir bahwa semuanya bukan cobaan dari Tuhan?

Kita selalu mencari kambing hitam. Selalu mengatakan bahwa ini cobaan atau ujian dari Tuhan. Kita tidak pernah mau menyadari bahwa karena kita hanya senang menebang pohon untuk memenuhi keserakahan kita sehingga tidak ada lagi akar pohon yang bisa menahan atau mencegah longsornya tanah. Tanpa sadar kita menggunakan kertas tissue secara boros. Bila kita sadar, kita akan berpikir bahwa kertas tissue berasal dari pohon-pohon di hutan yang ditebang.

Banjir yang sering terjadi ketika hujan lebat karena ketidaksadaran kita membuang sampah.

Kehadiran Guru Sejati

Untuk menjaga agar alam tetap bisa kita huni, maka kehadiran seorang gire sejati sebagai sang penyembuh pikiran kita yang sakit aman dibutuhkan. Kerusakan syaraf terjadi karena kita belum sadar bahwa kita bukan lagi hewan bertubuh manusia. Sang Penyembuh mengingatkan kita untuk me-fungsikan adanya neocortex.

Sang Penyembuh akan menunjukkan bahwa hampir 90% akar masalah penyakit adalah pikiran. Namun kita selalu melakukan pengobatan pada organ yang sakit. Kita anggap simpton adalah bagian yang sakit. Melalui meditasi kita menyembuhkan diri atau pola pikiran kita.

Pikiran yang tidak sadar membuat kita bahwa kekacauan di luar bukan disebabkan oleh adanya kekacauan dalam diri.

Kejadian di luar merupakan pantulan dalam diri

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

thirteen + 6 =

Scroll Up