Banyak orang masih memiliki pikiran bahwa bisa mengusir atau memindahkan hantu. Makhluk halus sesungguhnya tidak bisa dipindahkan. Dari suatu buku berjudul Soul Awareness yang dituliskan oleh Svami Anand Krishna disebutkan bahwa jumlah makhluk halus atau roh yang belum lahir sebanyak 3 jumlah manusia yang berbadan kasar.

Dari penjelasan di atas, jika ada seseorang yang mengatakan bisa mengusir 1 makhluk halus atau roh ber gentayangan, maka dua lainnya tetap masih eksis. Benar kah hantu tersebut hilang? Sepertinya tidak. Apalagi jika yang disebutkan sebagai makhluk halus bisa berpindah kapan dan kemana saja, mungkinkah kita bisa memindahkan atau mengusir? Tidak masuk dalam akal serta pikiran saya.

Buku Meditasi dan Yoga Terbaik

  • Dapatkan Buku Meditasi Terbaik Untuk Pemula [Beli Buku]
  • Dapatkan Buku Yoga Terbaik Untuk Pemula [Beli Buku]
  • Dapatkan Buku Yoga Sutra Patanjali [Beli Buku]

Kita anggap bahwa kita bisa mengusir makhluk halus. Perhatikan kata ‘menganggap’, ini kan hanya asumsi bukan riel. So, tampaknya semuanya hanya anggapan. Bukan sesuatu yang riel. Kita semuanya hidup dalam alam anggapan. Sama sekali bukan alam riel.

Janganlah jadi mau menjadi konsumsi para pengusir hantu. Mereka bisa hidup karena ketidaktahuan kita. Mereka bisa menikmati kenyamanan dunia juga dikarenakan oleh ketidaktahuan kita. Apa salahnya juga? Tul-betul memang tidak ada salahnya. Dunia bisa survive permainannya juga karena unsur ketidaktahuan dari manusia.  Namun di atas segalanya, rasa bahagia juga yang kita buru. Setiap orang memburunya. Ada yang bergantung pada benda dunia, namun juga karena ketidaktahuan sehingga menganggap bahwa itu kebahagiaan. Jika kita sadar bahwa itu hanya karena kelegaan, kita kembali tidak bahagia. Rasa bahagia sudah ada dalam setiap insan, yang dibutuhkan hanya menyadarinya.

Kembali masalah makhluk halus. Ketidaktahuan kita pula yang menyebabkan kita ketakutan. Karena rasa takut, kemudian kita minta bantuan orang lain yang kita anggap mampu mengusir hantu. Padahal jika kita tahu dengan jelas tentang sosok hantu, kita tidak takut. Pendek kata rasa takut terjadi semata karena masalah ketidaktahuan. Dengan kata lain, masalah takut terjadi karena eksistensinya ketidaktahuan.

Kita anggap bahwa hantu telah pindah. Namun sesungguhnya itu terjadi karena ‘anggapan’ saja. Karena kita sudah berhasil mengubah frekuensi. Kita telah beralih ke frekuensi rasa percaya. Frekuensi rasa percaya telah menaikkan dari frekuensi ketakutan. Ketakutan terjadi disebabkan kesamaan frekuensi. Kesamaan frekuensi ini sambaing dengan frekuensi si hantu yang ia pun sesungguhnya hanya ingin kosmunikasi pada kita.

Hantu tidak hilang. Ia tetap ada. Yang berubah adalah frekuensi diri kita. Suatu contoh nyata.

Suatu ketika seorang teman saya merasakan ketakutan pada sosok tubuh halus. Kemudian ia mencoba melantunkan lagu pujian kepada ¬† Dia yang Maha Indah. Saat itu gangguan makhluk halus hilang. Dia menganggap bahwa hilangnya si hantu karena takut pada lagu yang dinyanyikan. Bukan kah ini pula yang kita yakini? Kita anggap si hantu takut pada ayat suci yang kita bacakan. Sesungguhnya tidak. Yang terjadi adalah karena kita berhasil menaikkan level frekuensi dengan cara ¬†membacakan ayat suci atau lagu pujian kepada Nya. Sekali lagi hanya karena beda frekuensi sehingga tidak terjadi keterhubungan…..

Semua pengetahuan ini saya dapatkan berkat berkah Svami Anand Krishna. Beliau inspirasi semua tulisan yang ada di blog ini……..