Hasil Akhir Meditasi?

0 Filsafat | Inspirasi | Meditasi | Pengembangan Diri No Comments

Hasil Akhir

Adakah hasil akhir meditasi?

Jawabnya jelas dan pasti: ‘Tidak ada hasil akhir meditasi’. Meditasi adalah suatu proses yang terus berjalan. Meditasi adalah pola hidup atau life style selama hidup di dunia. Tidak beda dengan kesadaran.

Silent Sitting

Dalam buku Dvipantara Yoga Sastra by Anand Krishna:

Sesungguhnya, ada banyak cara untuk meraih Kebenaran Hyang Tunggal atau Satya, sebagaimana banyak cara Tapa dan Vrata – Laku untuk mencapai Kesadaran -Diri. Semua metode tersebut benar adanya, asalkan seseorang melaksanakannya dengan sukacita, sepenuh hati, dan tanpa memikirkan hasil akhir.

Laku

Ya, meditasi adalah suatu perjalanan atau laku. Pada umumnya orang mengasosiasikan bahwa duduk diam dengan mata tertutup sebagai meditasi, tetapi sejatinya bukan. Melakukan meditasi berarti menjalani kehidupan dalam kesadaran. So, tidak akan ada hasil akhir selama masih hidup. Pertanyaan berikutnya, kapan mengetahui hasilnya?

Sebetulnya tidak beda dengan perjalan seseorang menjadi Islam. Bila seorang meninggal dalam keadaan benar-benar berserah secara total, maka ia sudah menjadi Islam. Bagi para sufi atau pencari kebenaran hal yang utama adalah sadar bahwa alam bersifat ceria. Dengarkan suara burung yang senantiasa memoji alam semesta. Mereka bernyanyi tanpa harapkan pujian. Demikian pula seseorang menjalani meditasi; dalam keceriaan.

Perjalanan atau laku dengan penuh sukacita sepanjang hidup serta sepenuh hati tanpa memikirkan hasil akhir. Karena bila kita memikirkan hasil akhir akan berharap. Dan pada kenyataannya tidak demikian, kita telah banyak menciptakan beban.

Beban

Penyebab seseorang tidak bisa ceria karena ia telah salah mengidentifikasi. Ia telah menciptakan beban bagi dirinya. Bagaikan keledai yang membawa sekarung buku. Pengetahuan yang kita kumpulkan di dunia telah memenuhi mind kita. Dan ternyata hal ini telah menjadikan kita sebagai idetifikasi diri kita. Identifikasi berdasarkan gelar.

Sesungguhnya kita tanpa sadar telah menempelkan identifikasi – identifikasi palsu pada diri kita. Ya, bukan hanya satu. Ini karena kita semua sesungguhnya hidup dalam dunia yang berbeda. Secara fisik memang kita hidup dalam satu kapal yang sama, tetapi walaupun tampaknya kita berdekatan, kita hidup dalam dunia yang berbeda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

one × 4 =

Scroll Up