Hidup Kekinian?

0 Filsafat | Kesehatan | Meditasi | Pengembangan Diri No Comments

Hidup kekinian

Hidup kekinian berarti hidup secara meditatif, hidup secara sadar. Karena yang disebut sebagai saat ini juga tidak bisa dijelaskan. Here and Now berarti saat demi saat. Saat seseorang mengatakan saat ini, bagi yang mendengarkan sudah jadi saat ini, tetapi tidak bagi si pembicara. Jeda sepersekian detik sudah jadi masa lalu bagi si pembicara.

Dalam buku The Science of Fear Management & The Art of Being Happy by Maharishi Anand Krishna:

Hear and Now merujuk pada kesadaran kita:

Hidup dengan penuh kesadaran bahwa masa lalu sudah berlalu, saat ini pun sedang berlalu, dan masa depan bukanlah sesuatu yang akan ada di kemudian hari. Saat ini, masa kini, dan masa depan, tiga-tiganya tak terpisahkan.

Hidup kekinian berarti juga hidup secara meditatif; hidup dalam Kesadaran. Keceriaan juga menghubungkan ke sumber segala kebahagiaan.

Keceriaan

Hidup kekinian juga memiliki implikasi hidup penuh keceriaan. Kita bisa merasakan keceriaan bila kita melampaui masa lalu. Pelampauan bukan berarti masa lalu yang hilang, karena sesungguhnya tidak semua rekaman kejadian yang sudah berlalu bisa hilang.  Sejatinya yang kita anggap hilang karena kita sudah melemparkan ke dalam tong sampah hanyalah di kompres. Rekaman-rekaman ini akan tetap terbawa sebagai fitur yang sewaktu-waktu bisa ditarik bila ada pemicu.

Keceriaan adalah sifat dari hidup kekinian. Dengan kata lain, mereka yang memiliki keceriaan tidak memikirkan terlalu dalam masa akan datang. Banyak kecemasan karena kita terlalu berpikir ke depan. Memikirkan sesuatu yang belum tentu terjadi, tetapi efeknya pada kehidupan saat ini.

Napas

Apa hubungan antara napas dan Here and Now? Sangat erat……

Hanya dan hanya saat kita fokus memperhatikan ke luar dan masuknya napas lah, kita hidup di saat ini. Begitu napas ke luar, lewatlah yang disebut kekinian. Sekejap saja kita tidak fokus pada keluar dan masuknya napas, kita sudah masuk waktu akan datang.

Dan tidak bisa dikatakan; Begitu kata kita dengar, waktu pun berlalu. Dan hanya dengan memperhatikan atau menyadari proses pernapasan kita bisa mengakses pada Dia Yang Maha Ada. Sesungguhnya keberadaan itulah masa kini. Itu yang benar-benar rail. Masa lalu adalah kenangan; masa depan hanyalah impian. Keduanya tidak eksis pada saat ini, tetapi bila kita tidak bisa move on, berarti kita hidup dalam alam kenangan yang menarik ke penderitaan.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

thirteen − six =

Scroll Up