Hoaks akibat kurangnya kemampuan menggunakan otak manusia

0 Ayur Hypnotherapy | Filsafat | Meditasi | Pengembangan Diri No Comments

Hoaks

Mengapa hooks bertumbuhkembang dengen subur?

Berita yang tidak benar berkembang denagn amat cepat. Dan ajaibnya, berita yang tidak benar ini denna cepat berkembang; terutama di media sosial. Pada umumnya orang copy paste dengan tanpa melihat sumbernya. Kebenaran berita atau informasi bisa dengan cepat menyebar bila sesuai dengan keinginan kita. Kepentingan kelompok.

Kita lupa bahwa ketika kepentingan kelompok mewabah berarti otak kita amat sangat rapuh dalam mengolah data atau informasi.  Dan lucunya, kita bisa memeriksa atau cross check beret melalui sumber sama, internet. (Google).

 

Penyebabnya?

Kemalasan kita membaca sebagai penyebab semakin melemahnya kemampuan mengolah informasi dengan tepat. Dalam video di bawah ini, sebaiknya kita banyak membaca buku. Dengan membaca, otak kita bekerja membayangkan segala info yang kita baca. Menurut penelitian, otak akan senang aika digunakan untuk meng-capture gambar. Tengan kata lain, semakin sering kita menonton suatu tayangan akan membuat kinerja otak menurun.

Lebih parah lagi, kita hanya senang melihat atau membaca info yang kita inginkan; bukan yang kita butuhkan. Hal ini disebabkan Karena sesungguhnya kita sedang sakit. Ciri-ciri masyarakat sakit bisa dibaca di sini.

Dan bila kita mengamati tayang program televisi, sebagian besar dalam kondisi seperti ini. Sangat jauh dari pola pikir dengan wawasan kesadaran atau berlandaskan intelejensia. Intejensia menyatukan sementara itu intelektual memecahbelah.

Cara mengatasi Hoaks

Hoaks atau berita yang menyesatkan bisa dengan mudah ditangkal bila kita mengembangkan intelejensia. Dengan kata lain, kita meningkatkan terus kinerja neocortex. Ya, neocortex adalah ciri kemanusiaan dalam diri seorang manusia sudan berkembang. Dengan menggunakan neocortex, kita mengolah segala informasi dengan tepat.

Mereka yang neocortex nya berkembang akan bisa melihat, apakah berita atau informasi tersebut menyatukan atau membuat manusia hidup damai atau sebaliknya; memecahbelah. Sifat kerja otak baru atau neocortex adalah responsif, bukan reaktif.

Responsif berarti kemampuan otak untuk pause sesaat untuk mencerna. Sedangkan reaktif berasal dari otak reptilia atau limbik.   Secara lengkap, silakan baca di sini.

Tidak mengherankan bila mereka yang mudah menelan berita hoaks kebanyakan berpendidikan tinggi. Karena mereka lebih mengandalkan intelektual, bukan intelejensia. Ini berkaitan dengan tingkat kemanusiaan yang seharusnya menjadi tujuan utama pendidikan.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

three × four =

Scroll Up