Hubungan Karma

0 Ayur Hypnotherapy | Filsafat | Meditasi | Pengembangan Diri No Comments

Hubungan Karma

Hubungan Karma berarti hubungan sebab akibat. Tiada sesuatu yang kebetulan setiap kejadian di muka bumi. Namun demikian, hal seperti ini kurang disadari sehingga ketika mengalami perbuatan yang tidak sesuai dengan keinginannya dianggap dzolim. Kebanyakan kita lupa introspeksi diri. Inilah dasar penderitaan.

Dalam buku Shri Sai Satcharita oleh Sai Das tertuliskan:

“Siapapun yang datang kepadamu, manusia ataupun hewan, sudah pasti karena adanya hubungan karma. Maka, janganlah sekali-kali menolak mereka. Terimalah mereka dengan rasa hormat.”

“Karena hubungan kita pada masa lalu, maka kita bertemu lagi pada masa kini. Marilah kita saling menyayangi dan saling membahagiakan.”

Dasar Penderitaan

Rasa penderitaan atau kecewa terjadi ketika keinginan kita terhadap sesuatu tidak terpenuhi. Misalnya saat kita ‘merasa’ berbuat baik, membantu seseorang , kemudian dijanjikan sesuatu. Sayangnya harapan tidak terpenuhi, kita merasa di dzolimi. Rasa kecewa ini terjadi, kemudian timbul rasa marah. Perasaan ini membuat kita merasa menderita.

Kita lupa bahwa hidup kita bukan merupakan sesuatu yang terputuskan. Keberadaan kita saat ini merupakan keberlanjutan suatu siklus. dengan menyadari hal ini, kita bisa menyadarkan diri sendiri bahwa Perbuatan baik atau bantuan yang kita berikat pada Seseorang merupakan Hubungan Karma masa lalu sebagaimana dijelaskan dalam buku Shri Sai Satcharita di atas.

Dengan menyadari hubungan timbal baik seprti ini, kita bisa menerima keadaan. Perbuatan baik atau bantuan yang kita berikat merupakan bayaran atau hutang ita di masa lalu terhadap orang tersebut.

Rasa Syukur

Dengan mengubah pola pikir, kita bisa mengubah rasa penderitaan menjadi rasa syukur. Dengan mengubah pola pikir ini, maka keterhubungan kita dengan orang tersebut terselesaikan. Pertanyaan berikutnya adalah: ‘Bagaimana dengan orang yang yeah kita bantu?’

Hukum alam maha cerdas. Ia yang dengan sengaja melupakan atau melalaikan bantuan kita, tetap terikat oleh karma perbuatannya. Walaupun si pemberi bantuan sudah memaafkan, hukum sebab-akibat pada yang menerima bantuan akan tetap berjalan. Ia bisa mengalami akibat perbuatannya dari orang lain. Bukan dari kita yang telah membantunya.

Hüküm Karmalah yang telah membuat kita lahir untuk menyelesaikan hubungan masa lalu. Inilah sebabnya kita harus senantiasa saling menjaga.

Dengan Kesadaran ini, tetaplah berbuat baik sebagaimana kodratmu. Inilah dasar asli manusia yang menjadikan ia sebagaimana manusia yang utuh.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

two + 13 =

Scroll Up