Hukum alam menyatakan perubahan itu keindahan, tetapi penyakit manusia tetap sama…

2 Ayur Hypnotherapy | Filsafat | Meditasi | Pengembangan Diri 2 Comments

Kembang api dan mercon bercahaya dan berdentum di udara. Motor, mobil dan manusia bersliweran menuju puncak. Sebagian memilih merayakan dalam keheningan dan memaknai pergantian tahun dengan cara refleksi apa yang bisa dilakukan menyongsong tahun baru. Sebagian masih ricuh dengan tidak membolehkan orang beribadah di GKI perumahan Yasmin Bogor.

Itu semua gejolak kehidupan. Friksi atau konflik memang diminati oleh manusia yang ingin tetap memelihara arogansi diri. Ia masih saja menganggap paling benar. Ia masih saja menganggap dirinya paling berkuasa. Sesungguhnya ia lupa bahwa ia sedang menuju jurang kematian. Tapi itu juga pilihan. Ia masih saja menganggap bahwa Tuhan bisa dia atur..

Sekelompok orang memaknai tahun baru dengan hambar. Baginya tiada beda tahun lalu dengan tahun baru. Hanya beda perputaran. Matahari masih tetap sama. Kedudukan bumi yang berubah. Perubahan ini menunjukkan konstelasi kedudukan yang berbeda. Dan ini mempengaruhi perubahan medan magnit dan energi sekitarnya. Peruntungan dan kerugian seseorang sangat dipengaruhi oleh medan energi sekitarnya. Inilah hukum law of attraction. Hukum ini adalah salah satu dari banyak hukum di semesta.

Masih ada lagi hukum karma. Hukum sebab-akibat. Suatu hukum alam yang juga tidak terbantahkan. Masih ada lagi hukum berlandaskan kasih. Suatu hukum ilahiah yang senantiasa berbagi. Hukum ini mangajak manusia untuk berbagi dengan sesama. Untuk melakoni hukum ini, seseorang mesti memiliki terlebih dahulu baru bisa berbagi. Be joyful and Share your joy with others. Tampaknya mudah, namun untuk berbagi joy atau keceriaan, seseorang mesti memiliki joy terlebih dahulu.

Keceriaan adalah sesuatu suasana hati yang sudah ada dalam diri setiap insan. Yang diperlukan hanya menyadari akan adanya keceriaan itu. Dan modalnya tidak mahal. Hanya duduk diam dan mengamati jalannya pikiran. Perjalanan ke dalam diri akan menghasilkan keceriaan dan kesadaran bahwa segala sesuatu yang di luar diri bersifat tidak abadi dan senantiasa berubah. Sementara suasana hati tidak bisa berubah. Hati yang sudah memahami bahwa hukum kekekalan adalah perubahan itu sendiri. Ia akan melihat segala sesuatu perubahan sebagi keindahan.

Tanpa adanya perubahan, tiada keindahan di dunia. Warna pelangi tiada indah jika hanya berwarna hitam putih. Bertetangga dengan yang berlainan keyakinan terasa indah jika kita bisa mengapresiasi terhadap keyakinan atau kepercayaan tetangga. Islam menjadi agama semesta yang rahmat lil alamin jika mmamu memberikan apresiasi pda kepercayaan lain. Demikian pula Kristen….

Sifat manusia yang tidak merasa puas bisa membawa manfaat sekaligus mudharat. Inilah warna kehidupan. Dua sisi mata uang yang menjadi sempurna jika eksisi bersamaan. Tiada rasa bahagia tanpa merasakan rasa kepedihan. Tiada sehat tanpa merasakan rasa sakit……..

Dunia tetap berputar. Hanya manusia yang membatasi tahun baru dan tahun lama. Tahun baru tanpa makna jika kita tidak bisa me-apreisasi tahun lama. Penyakit manusia masih tetap sama. Keserakahan dan tidak bisa membedakan antara keinginan dan kebutuhan….


  1. sekilas mata memandang, artikel membuka sudut pandang, setiap kalimat memberi hikmat, setiap makna dibalik kata menyimpan bijaksana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

17 − 14 =

Scroll Up