Kasih, pintu masuk ke dunia. Sabar gerbang menuju Tuhan…

0 Ayur Hypnotherapy | Inspirasi | Meditasi | Pengembangan Diri No Comments

KASIH adalah bagian kepala tasbih. Sabar adalah bagian ujung akhir tasbih. Kehidupan bermula dari kasih, kepala tasbih dan diakhiri dengan sabar sebagai bagian akhir kehidupan. Sabar pintu gerbang menuju Allah. Diantara kasih dan sabar diisi kehidupan.

Kita lahir karena kasih Allah dan mengakhiri kehidupan harus dengan sabar menuju ke pintu gerbang keilahian. Kasih merupakan perjalanan sekaligus tujuan kehidupan. Kasih adalah kekuasaan. Mereka yang berlandaskan nafas kehidupannya dengan kasih memiliki kekuatan yang luar biasa. Mereka memiliki kesabaran yang dilandasi kasih.

Sering kali kita sulit membedakan antara sabar dan kasih. Ke duanya berjalan seiring dan saling melengkapi. Sabar tidak mungkin terjadi tanpa kasih. Demikian juga sebaliknya. Kasih tidak bimbang dan ragu dalam memutuskan suatu permasalahan. Mereka yang memutuskan suatu persoalan dilandasi dengan rasa kasih mesti bisa bersikap dengan sabar. Karena dengan kasih pula, manusia berkembang.

Kasih bertujuan untuk menyenangkan orang lain dengan dasar semata untuk kebaikan orang tersebut. Kasih lahir dari rasa. Kasihan lahir dari emosi. Sering kita di jalan bertemu dengan seorang peminta-minta. Dan dengan spontan kita berikan uang. Inilah bentuk emosi sesaat. Inilah yang disebut kasihan. Bukan kasih.

Jika kita memberikannya dengan rasa kasih, kita tentu akan menimbang, benarkah saya membantu orang ini? Atau justru menjadikan orang ini tambah malas. Emosi rasa kasihan tanpa berpikir langsung memberi. Alhasil orang tersebut tidak bangkit tapi tambah malas untuk bangkit dari kemalasan. Ini hal yang sering dilupakan. Banyak pemahaman dalam agama kurang dalam mengulas hal ini.

Orang yang beragama kurang dalam justru membenarkan tindakan jangka pendek. Bukan jangka panjang. Amal, katanya. Tapi yang dikejar adalah pahala. hubungan manusia berlandaskan emosi bukan kasih tidak akan langgeng. hubungan antara manusia dan Tuhan jika masih berdasarkan emosi juga tidak langgeng. begitu pahala diperoleh, lepaslah Tuhan.

Kasih adalah kekayaan sejati. Mereka yang memiliki rasa kasih akan bersabar ketika suatu saat ia ditipu atau mengalami musibah. Ia akan melihat ke dalam dirinya sendiri sebelum meyalahkan orang lain. Jangan-jangan, kita yang salah. Bukan orang lain.

Dengan perasaan kaya yang dimilikinya, ia tidak gampang mengeluh dan menyalahkan orang lain. ia akan merasa puas dengan segala sesuatu yang ada pada dirinya. inilah yang menghasilkan kebahagiaan. Rasa puas ini juga menjadikan diri jadi sabar. Tampaknya semakin kabur antara sabar dan kasih.

Dalam menghadapi kehidupan banyak terpaan yang dirasa dan dialami oleh badan. Dengan kekuatan kasih kita bisa bertahan. Bahkan bersyukur. Terpaan badan ini mengingatkan kita akan diri sejati. Bukan kah diri sejati kita bukan badan? Sabar ini terjadi karena ada kasih yang melandasi segala tindakan. Sabar juga mampu memaafkan.

So, sabar juga berkaitan dengan pemaafan. Salah satu sifat Tuhan adalah maha pemaaf. Kesabaran menghadapi segala hal yang menimpa kita merupakan suatu hal yang bermanfaat bagi pembentukan jiwa.

Jiwa mulia lahir dari terpaan badai kehidupan. Luluhlah egonya. Yang tersisa adalah Allah. Itulah SABAR. Kita lahir atau hadir ke dunia dari KASIH. Dan menuju ke akhir kehidupan melalui pintu SABAR menunggu berkah Ilahi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

three × 2 =

Scroll Up