Kaya Miskin sama

0 Inspirasi | Meditasi | Pengembangan Diri No Comments

Kaya Miskin

Kaya Miskin memikirkan hal sama; uang. Kita semua tidak sadar bahwa, baik yang miskin maupun kaya, keduanya sama-sama memikirkan satu hal sama, yaitu uang. Dan akhirnya keduanya mengalami hal sama: penderitaan.

Dari buku This is Truth That too is truth by Anand Krishna:

Agenda Spiritual Abadi

Mereka yang makin melarat dan kaya raya sangatlah terikat dalam dan dengan materi – entah memikirkannya sepanjang waktu atau menimbunnya semakin banyak – sehingga mereka melupakan realitas spiritual mereka sendiri.

Solusinya:

Dalam perkara materi dan meterial, sesungguhnya terberkahilah mereka yang medioker, yang sedang-sedang saja – mereka yang tidak terlalu melarat, dan tidak pula kaya raya – karena mereka tidak terlalu terikat dalam dan dengan materi sehingga melupakan realitas spiritual mereka.

Realitas Spiritual

Ya, tujuan utama manusia di bumi adalah mewujudkan realitas spiritual dirinya. Setiap manusia memiliki tujuan agung di bumi, melakukan perjalanan suci. Setiap manusia adalah makhluk spiritual sebagai kalifa di bumi ini. Setiap insan sejatinya mengemban mulia untuk untuk melestarikan bumi.

Sayangnya baik mereka yang menjadi kaya miskin telah melakukan perusakan terhadap bumi yang seharusnya dipelihara. Kaya Miskin sibuk mencari yang tampaknya bisa membahagiakan mereka. Si kaya semakin terikat dan memikirkan uangnya, sedangkan si miskin pikirannya tersibukkan bagaimana mendapatkan uang yang dalam pikirannya bisa membuatnya bahagia.

Rahasia Alam

Sesungguhnya kebanyakan orang tidak memahami tujuan hidupnya. Sebagian orang tentu akan menjawab bila ditanyakan: ‘Apakah tujuan hidupnya?’; ‘Berbuat baik.’ Tetapi tanpa diucapkan dalam hatinya menambahi: ‘Untuk mencari pahala.’

Berbuat baik pun masih dalam keterikatan. Hati-hati dengan perbuatan baik, bisa seperti ini yang akan dialami di masa datang. Karena kita semua hidup di alam dualitas yang dikuasai 3 gunas.  Satvic, kebaikan; Rajasic, dinamis; Tamas, malas. Silakan baca ini selengkapnya.

Alam memiliki kecerdasan amat sangat canggih. Sering kita melihat seorang miskin tetapi tetap mengalami penderitaan, sedangkan si kaya mala tambah kaya. Kaya Miskin ditentukan oleh alam. Sayangnya sudah kaya pun lupa realitas sebagai makhluk spiritual, yaitu yang semestinya berupaya untuk memikirkan kesejahteraan alam seutuhnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 × 3 =

Scroll Up