Keadaan meditasi

0 Filsafat | Inspirasi | Meditasi | Pengembangan Diri No Comments

Keadaan Meditasi

Keadaan meditasi memberikan indikasi bahwa seseorang hidup dalam penuh kesadaran atau penuh perhatian. Perhatian yang penuh kesadaran. Sadar berbeda dengan jaga.

Duduk diam bukan meditasi

Sadar berarti memahami hubungan manusia dengan seluruh kehidupan. Sadar berarti memahami hubungan antar manusia adalah satu kesatuan. Sadar berarti kita hidup dengan alam sekitar saling bersinergi dan saling bergantungan. Sadar pikiran, sadar perbuatan, sadar ucapan, dan sadar perasaan. Pendek kata sebagaimana pesan para suci juga esensi kehidupan:

Perlakukan orang lain sebagaimana dirimu ingin diperlakukan.

Pemahaman Umum

Pemahaman umum selama ini tidak bisa dikatakan meditasi. Anggapan duduk diam bukanlah meditasi, apalagi keadaan meditasi. Duduk diam dengan hanya memperhatikan napas sebagai persiapan hidup meditatif. Inilah hidup dalam keadaan meditasi. Mereka yang bisa dalam hidup meditatif tidak terganggu oleh setiap situasi di luar diri.

Dari buku Dvīpāntara Jñāna Śāstra by Anand Krishna:

“Bebas dari segala konflik (yang muncul akibat dualitas); bebas dari pergolakan; tidak terikat pada siapa pun atau apa pun; tidak tergerak/terganggu dengan kejadian luaran – demikianlah keadaan Dhyāna atau Meditasi. Seseorang hendaknya senantiasa hidup meditatif.”

Bebas Penderitaan

Mengacu pesan luhur di atas, itulah yang disebut hidup bahagia; hidup bebas penderitaan. Inilah surga. Surga bukanlah keadaan setelah meninggal, tetapi hidup dalam keadaan meditasi. Sejatinya penyebab semuanya disebabkan oleh kerentanan pikiran yang tidak stabil. Ketika pikiran terbebaskan dari pergolakan di luar diri memberikan efek pada kedamaian diri. So, kedamaian tidak akan pernah terwujud di dunia nyata.

Adanya dualitas sebagai sumber energi kehidupan. Ya, konflik merupakan sumber daya penggerak kehidupan. Bingung kan?

Bukan merupakan hal mudah untuk memahami hidup meditatif. Dibutuhkan sikap positif, bukan pikiran positif.

Bingung

Keadaan di luar diri membuat diri kita bingung; ‘Apa sih maunya Tuhan?’ Ya, Dia bisa kita sebut Hyang Maha Membingungkan. Karena memang dunia ini adalah permainan ilusiNya.

Bila dunia aman dan damai, Dia tidak berkarya. Tambah bingung ya? Tidak disangkal bahwa hukum alam ini yang abadi adalah perubahan. jadi sebenarnya kita tidak perlu bingung….

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

one × 5 =

Scroll Up